Daerah

Menjahit Wajah Baru Pendidikan Indonesia dari Jantung IKN

Bagikan

Penajam Paser Utara, Solidaritas- Di balik deru mesin konstruksi dan megahnya gedung-gedung pemerintahan yang mulai tumbuh di Ibu Kota Nusantara (IKN), ada sebuah visi besar yang sedang dipahat. Bukan sekadar tentang beton dan aspal, melainkan tentang masa depan anak-anak bangsa yang akan mengisi ruang-ruang tersebut.
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa kawasan delineasi IKN harus menjadi “etalase” atau wajah keberhasilan pendidikan Indonesia.
Baginya, kemajuan ibu kota baru tidak akan sempurna jika tidak dibarengi dengan lompatan kualitas sumber daya manusia di wilayah penyangganya.
“Sekolah-sekolah di penyangga IKN, seperti di Penajam Paser Utara (PPU), harus menjadi cermin pendidikan kita ke depan. Kami ingin memastikan tidak ada lagi ‘jarak’ kualitas antara pusat dan daerah,” ujar Hetifah.
Politisi Partai Golkar ini mengatakan bahwa selama ini, pembangunan sering kali identik dengan infrastruktur fisik.
Namun,  Ia  membawa perspektif yang lebih dalam. Baginya, revitalisasi sekolah bukan sekadar urusan cat tembok yang baru atau meja kursi yang kokoh. Ini adalah tentang menciptakan ekosistem.
“Revitalisasi itu tentang bagaimana menciptakan lingkungan belajar yang layak, aman, dan mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal,” tambahnya.
Politisi asal Daerah Pemilihan Kalimantan Timur ini mengakui, bahwa saat ini tantangan kesenjangan fasilitas di PPU masih nyata, namun hal itu justru menjadi titik tolak untuk melakukan transformasi sistematis.

Harapan besar ini mulai dipupuk dengan langkah nyata. Pada tahun 2025, Kabupaten PPU mendapat suntikan dana lebih dari Rp13 miliar. Anggaran ini dialokasikan khusus untuk memoles sarana dan prasarana pendidikan, mulai dari jenjang PAUD hingga SMP.
Langkah ini adalah bagian dari strategi besar Komisi X DPR RI yang tengah menggodok penyempurnaan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Tujuannya jelas: memastikan standar pelayanan pendidikan minimal terpenuhi di seluruh pelosok, terutama di titik strategis seperti IKN.
Transformasi ini adalah janji untuk generasi masa depan di Kalimantan Timur. Hetifah dan Komisi X berkomitmen untuk terus mengawal agar pendidikan tidak tertinggal di belakang bayang-bayang gedung pencakar langit IKN.
Sebab, pada akhirnya, identitas bangsa ini tidak hanya akan dinilai dari seberapa canggih teknologi di ibu kotanya, tetapi dari seberapa cerdas dan kompetitif anak-anak yang tumbuh dari ruang-ruang kelas di sekitarnya. Red

Bagikan

Related Posts