Samarinda, Solidaritas – Di koridor rumah sakit yang dingin, waktu seringkali terasa berjalan lebih lambat bagi mereka yang sedang berpacu dengan maut. Bagi seorang pasien darurat, selembar formulir administrasi bisa terasa seperti dinding tinggi yang memisahkan mereka dengan pertolongan medis.
Isu penolakan pasien yang sempat menerpa RSUD I.A. Moeis baru-baru ini kembali membuka diskusi hangat di tengah warga Samarinda. Bukan soal teknis medisnya, melainkan soal detak jantung kemanusiaan di balik seragam putih para petugas medis.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Yakob Pangedongan, menangkap kegelisahan itu. Dengan nada yang tegas namun penuh empati, ia mengingatkan kembali sebuah prinsip sederhana yang sering terlupakan dalam tumpukan berkas: menyelamatkan nyawa adalah hukum tertinggi.
“Kalau orang masuk dalam kondisi emergency, tidak perlu dulu lengkap administrasinya. Tangani dulu,” ujar Yakob saat ditemui rekan media, Rabu (29/4).
Bagi Politisi Nasional Demokrat ini, urusan kertas dan tanda tangan seharusnya bisa menunggu. Biarkan napas pasien stabil dulu, biarkan luka itu dibalut dulu, barulah pena boleh menari di atas kertas persyaratan.
Yaqub juga mengingatkan bahwa komitmen Wali Kota Samarinda sudah jelas, tidak boleh ada rumah sakit yang menutup pintu bagi mereka yang sedang bertaruh nyawa.
Pesan ini bukan sekadar kritik bagi RSUD I.A. Moeis, melainkan sebuah pengingat lembut untuk seluruh fasilitas kesehatan di Kota Tepian. Bahwa di balik Standar Operasional Prosedur (SOP) yang kaku, ada keluarga yang sedang cemas dan nyawa yang sedang menanti keajaiban.
Masyarakat tentu berharap, ke depan tak ada lagi cerita tentang pasien yang tertahan di depan meja pendaftaran hanya karena urusan birokrasi. Sebab pada akhirnya, pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya tentang kelengkapan alat, tapi tentang seberapa cepat tangan-tangan medis merengkuh mereka yang sedang dalam keadaan paling rapuh.
Karena di titik kritis itu, setiap detik adalah harapan, dan kemanusiaan tidak boleh kalah oleh selembar kertas. Red









