Kutai Kartanegara, Solidaritas -Pemerintah Desa Suka Maju di Kutai Kartanegara menghadapi tantangan pengembangan kepemudaan karena sebagian besar pemuda bekerja di sektor swasta, membuat sulit mencari pemimpin organisasi yang aktif dan fokus.
Meskipun begitu, desa tetap berkomitmen untuk mencari dan mendukung pemuda yang bersedia terlibat melalui kegiatan seperti pelatihan wirausaha dan olahraga, sambil membuka dialog dengan pemuda untuk merumuskan kegiatan positif
Kepala Desa Suka Maju, Kuswara mengatakan sebagian besar pemuda di wilayahnya lebih banyak bekerja di sektor swasta, terutama di perusahaan-perusahaan sekitar.
“Memang ada dilema kami di desa terkait kepemudaan. Karena sebagian besar pemuda kami bekerja di perusahaan swasta, jadi agak sulit mencari figur pemimpin yang aktif dan bisa benar-benar fokus membina organisasi kepemudaan,” kata Kuswara kepada media belum lama ini.
Meski begitu, pemerintah desa tetap menunjukkan komitmen penuh dalam membina dan mendorong potensi generasi muda.
Kuswara menyebut, pihaknya masih berupaya mencari figur pemuda yang memiliki waktu luang untuk bisa mengambil peran penting dalam organisasi dan kegiatan kepemudaan desa.
“Kami tetap komitmen untuk mencari dan mendukung figur pemuda yang bisa fokus dan aktif di bidang ini. Karena bagaimanapun, pembangunan desa tidak akan maksimal tanpa peran aktif anak muda,” jelasnya.
Dia menambahkan, Pemerintah Desa Suka Maju juga membuka ruang dialog dengan kelompok pemuda untuk merumuskan kegiatan-kegiatan positif, termasuk rencana pelatihan wirausaha, olahraga, hingga keterlibatan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Meskipun keterlibatan aktif belum maksimal, Kuswara berharap ke depan akan ada generasi muda yang muncul sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan desa.
“Kami yakin akan selalu ada anak muda yang peduli dan siap membangun desa bersama. Tinggal bagaimana menciptakan ruang dan dukungan yang tepat,” tandasnya. Adv/Diskominfo Kukar/Sup









