Kab. Kutai Kartanegara

Pesona Kebaya dan Semangat Kemandirian: Cara Perempuan Kukar Maknai Hari Kartini di Taman Ulin

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Suasana asri Taman Ulin, Tenggarong, tampak berbeda pada Selasa pagi (21/4/2026). Warna-warni kebaya dan busana adat nusantara yang dikenakan para perempuan tangguh Kutai Kartanegara (Kukar) berpadu cantik dengan hijaunya pepohonan.
Di sana, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kukar tengah berkumpul merayakan peringatan Hari Kartini ke-62 dengan penuh khidmat namun tetap meriah.
Hadir mewakili Bupati Kukar, Sekretaris Daerah (Sekda) Sunggono berbaur bersama unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta para anggota DWP dari berbagai instansi.
Peringatan tahun ini tak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi menjadi panggung unjuk kreativitas melalui berbagai kegiatan, mulai dari Lomba Cipta Menu B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), fashion show, lomba menyanyi, hingga aksi nyata kepedulian lingkungan seperti penanaman pohon dan kerja bakti.
Dalam sambutan Bupati dr. Aulia Rahman Basri yang dibacakannya, Sekda Sunggono menekankan bahwa semangat R.A. Kartini di era modern harus mewujud dalam kemandirian digital. Sesuai tema nasional “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”, perempuan kini dituntut menjadi subjek utama pembangunan.
“Pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya bicara akses, tetapi juga tentang kapasitas, literasi, dan kemandirian. Kita melihat ibu-ibu UMKM di Kukar mulai go digital dan perempuan desa aktif mengelola BUMDes. Inilah Kartini masa kini,” ujar Sunggono.
Meski begitu, ia tak menampik adanya tantangan seperti kesenjangan literasi digital di pelosok. Oleh karena itu, Pemkab Kukar berkomitmen penuh mendukung penguatan ekonomi berbasis digital serta perlindungan perempuan dan anak dari berbagai ancaman, termasuk di ruang siber.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DWP Kukar, Yulaikah Sunggono, mengajak seluruh anggotanya untuk terus meningkatkan kompetensi tanpa melupakan kodratnya. Ia ingin perempuan DWP menjadi pribadi yang cerdas dan adaptif terhadap teknologi.
“Perempuan harus mampu mengambil peluang di bidang ekonomi kreatif dan konten positif. Mari terus berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah, namun tetap menjaga peran sebagai pilar dalam keluarga,” ajak Yulaikah dengan semangat.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menjadikan semangat Kartini sebagai gerakan nyata. Harapannya, perempuan-perempuan di Bumi Etam semakin berdaya, mandiri secara ekonomi, dan menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi masa depan menuju visi Kukar Idaman Terbaik dan Indonesia Emas 2045. Red

Bagikan

Related Posts