Instruktur pelatihan Barista di Ring 1 Depo Pertamina Samarinda, Foto ; Bejo
Bagikan
Samarinda, Solidaritas – Langkah kaki Abdurrahim tampak mantap saat menyusuri sudut-sudut Gang Manggis. Pemuda berusia 26 tahun yang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pemuda Gang Manggis sekaligus warga RT 15 ini, merupakan potret nyata dari generasi muda yang menolak pasrah pada keadaan. Baginya, hidup di bawah bayang-bayang industri vital nasional bukanlah alasan untuk merasa cemas.
“Di gang kami, Pertamina sangat peduli dengan apa pun kegiatan positif kami, selalu support. Komunikasi dengan Pertamina juga berjalan sangat baik,” ujar pria yang akrab disapa Ahim tersebut dengan nada penuh optimisme, Kamis (4/6), usai mengikuti pelatihan Barista yang diadakan Pertamina Patra Niaga bersama pemerintah setempat..
Ahim mengakui bahwa kedekatan geografis pemukiman warga dengan area Ring 1 Depo Bahan Bakar Minyak (BBM) kerap memicu tanya dari luar. Namun, keterbukaan informasi dan respons cepat dari pihak manajemen perusahaan berhasil menepis segala kekhawatiran yang ada.
Kedekatan komunikasi ini teruji nyata dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya saat muncul desas-desus atau kesalahpahaman di tengah masyarakat terkait aroma khas operasional industri.
“Respons Pertamina sangat baik, jadi Alhamdulillah kami tidak pernah khawatir. Seperti beberapa hari ini, sempat ada warga yang melapor mencium bau minyak BBM. Tapi kami langsung bantu jelaskan kepada warga, kalau kondisi itu sebenarnya aman. Itu hanya bagian dari proses persalinan (distribusi) dari kapal ke tangki BBM di dalam depo,” terang Ahim seraya tersenyum ramah.
Bagi Ahim dan komunitasnya, hubungan dengan Pertamina bukan lagi sekadar relasi antara korporasi dan tetangga, melainkan sinergi dua arah yang saling menguatkan. Di wilayahnya yang mencakup RT 15, 16, dan 17, tercatat ada sekitar 50 pemuda aktif yang kini tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak lingkungan.
Pertamina secara berkala merangkul puluhan pemuda tangguh ini untuk dilibatkan langsung dalam simulasi penanganan kondisi darurat terintegrasi. Hal ini membuat para pemuda memiliki bekal pengetahuan mitigasi yang mumpuni demi menjaga kampung halaman mereka sendiri.
“Komunikasi yang terbangun sangat baik, responsnya cepat, dan masyarakat pun menerima kehadiran mereka dengan sangat tangan terbuka,” tambah Ahim menekankan harmonisnya hubungan emosional yang telah mengakar.
“Pertamina selalu mendukung kegiatan positif kami. Begitu juga sebaliknya, kalau Pertamina membutuhkan kehadiran kami, kami siap dan akan selalu support apa pun kegiatannya,” tegas Ahim menutup pembicaraan.
Peserta pelatihan yang kerap dilakukan oleh Pertamina bagi masyarakat Ring 1 Depo Pertamina , Foto ; Bejo
Apresiasi datang dari Taufik, Ketua RT 16 Kelurahan Teluk Lerong Ulu di jumpai di Gang Manggis usai Pelatihan Barista yang terfokus ke warga Ring 1 Depot BBM Jalan Cendana khususnya pemuda-pemuda gang Manggis, yang menyatakan apa yang dilakukan Pertamina Parta Niaga merupakan langkah nyata pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Depo Pertamina.
Taufik menilai Pertamina Patra Niaga jeli dalam merangkul masyarakat, baik dari sisi penguatan ekonomi pemuda maupun mitigasi risiko operasional.
“Pelatihan ini memberikan skill berharga bagi para pemuda kami untuk membuka peluang usaha secara luas. Di sisi lain, terkait keamanan operasional depo, kunci utamanya ada pada komunikasi dan kepedulian yang terus terjaga dengan baik,” kata Taufik.
Selain itu Pertamina juga melakukan kegiatan simulasi darurat berkala membuat warga tidak was-was karena mereka jadi tahu apa yang harus diperbuat.
“Kami berharap simulasi ini bisa lebih intens dilakukan ke depan, di mana para pemuda di sini juga siap siaga menjadi relawan di lapangan menggunakan bantuan alat pemadam dari Pertamina,” ungkap Taufik.
Dukungan terhadap operasional Fuel Terminal (FT) Samarinda juga ditegaskan oleh Pemerintah Setempat. Lurah Teluk Lerong Ulu (TLU), Anton Sulistiyo, menyatakan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina di sekitar operasional Depo BBM Jalan Cendana telah berjalan dengan sangat baik dan berdampak positif bagi masyarakat.
Anton Sulistiyo mengatakan rasa aman warga kini semakin terjaga berkat adanya transparansi komunikasi dan edukasi keselamatan yang intensif. Pihak depo Pertamina rutin merangkul masyarakat sekitar untuk terlibat langsung dalam simulasi tanggap darurat berkala.
Warga tidak lagi merasa waswas karena mereka telah dibekali pengetahuan K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) dasar. Pemuda setempat bahkan diajak aktif bergabung sebagai relawan garda keselamatan lingkungan. Melalui simulasi terintegrasi ini, warga mengetahui persis langkah evakuasi mandiri, mitigasi risiko awal, dan jalur koordinasi cepat yang harus diambil jika terjadi insiden teknis di lapangan.
Ikatan kekeluargaan antara warga dan Pertamina juga diperkuat melalui aksi sosial nyata yang menyentuh kebutuhan dasar. Melalui 4 pilar utama CSR Pertamina Cerdas, Sehat, Hijau, dan Berdikari, warga sekitar rutin menerima layanan pemeriksaan kesehatan gratis, beasiswa pendidikan bagi anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera, hingga bantuan sarana prasarana fasilitas umum.
Setiap momentum perayaan besar keagamaan, seperti Idulfitri dan Iduladha, pihak depo selalu hadir berbagi melalui penyaluran hewan kurban serta paket sembako untuk kaum dhuafa dan fakir miskin di lingkungan rukun tetangga terdekat.
Sinergi yang kokoh ini membuktikan bahwa operasional industri dan pemukiman warga dapat berjalan selaras dan saling menguatkan, sekaligus menjadi bukti nyata dari semboyan tumbuh bersama energi untuk membawa kemakmuran bersama.
Lurah Teluk Lerong Ulu Anton Sulistiyo, SH, bersama Edi Mangun Area Manager Commrel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan , Foto : Bejo
Menanggapi dinamika dan isu di sekitar area operasional, Anton menegaskan bahwa situasi di lapangan sejauh ini berjalan dengan aman dan kondusif. Koordinasi yang cepat menjadi kunci utama dalam meredam potensi kekhawatiran warga.
“Sejauh ini kondisi aman. Jika ada kendala teknis kecil seperti insiden beberapa waktu lalu ketika alat water curtain (tirai air pengaman) sempat tersemprot sendiri akibat malfungsi sistem pihak Pertamina langsung bergerak cepat melakukan perbaikan sekaligus memberikan penjelasan transparan kepada warga bahwa itu murni kesalahan alat,” tambah Anton.
Di Kelurahan TLU terdiri dari 42 RT. Di mana, yang masuk Ring 1 adalah RT 15, 16, 17 dan 18 di Zona 3 dan RT 27, 28, 29, 38 dan 41 di Zona 4, yang dihuni tidak kurang 500 jiwa.
“Selama ini di Ring 1 selalu diberikan pelatihan, bantuan sosial, Alhamdulillah seperti itu. Intinya seperti itu, terus dibangun komunikasi yang baik, lebih intens, antar perusahaan dan warga kami,” pesan Anton.
Sementara itu Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan bahwa bagi Pertamina Patra Niaga, masyarakat yang berada di wilayah Ring 1 operasional Fuel Terminal Samarinda—baik di Zona 3 maupun Zona 4—bukanlah sekadar tetangga, melainkan mitra keselamatan terdekat kami.
Pertamina berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa operasional distribusi energi nasional di Jalan Cendana selalu berjalan selaras dengan rasa aman, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar.
Pertamina sangat mengapresiasi kesiapsiagaan para pemuda relawan Balakar serta keterbukaan para Ketua RT dan Lurah TLU. Menjawab harapan warga, kami berkomitmen untuk terus mengintensifkan program edukasi K3 dasar dan simulasi tanggap darurat berkala.
Melalui keterlibatan aktif ini, kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi rasa waswas; setiap warga di Ring 1 harus memiliki kapasitas dan pemahaman taktis dalam mitigasi risiko awal.
“Kami akan terus menjaga jalur komunikasi dua arah yang cepat dan transparan. Jika terjadi kendala teknis di lapangan, seperti pada sistem pengaman otomatis, informasi akan langsung kami sampaikan agar warga tidak panik dan tetap tenang.” kata Edi Mangun.
Selain itu kami juga memastikan program CSR terstruktur akan terus berjalan berkelanjutan.
“Fokus kami tidak hanya pada pemberian bantuan sosial rutin, tetapi juga pada program nyata yang mampu meningkatkan taraf hidup dan keterampilan para pemuda di sekitar depo.”Tegasnya. Red