Kab. Kutai Kartanegara

Kota Bangun III: Membangun Masa Depan Generasi Muda melalui Sepak Bola

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Membangun potensi generasi muda melalui pemberdayaan di bidang sepak bola dapat dilakukan dengan berbagai program terstruktur yang mencakup peningkatan keterampilan teknis, pemahaman taktis, pembinaan mental dan karakter melalui semangat tim, serta pengembangan sarana dan prasarana seperti fasilitas lapangan.

Ini dapat diwujudkan melalui kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak swasta untuk menciptakan kompetisi, pelatihan, dan program berkelanjutan yang mendalam bagi para pemuda, hal ini dilakukan Pemerintah desa Kota Bangun III yang terus menunjukkan komitmennya dalam membangun potensi generasi muda.

Salah satu program yang terus digulirkan adalah program pemberdayaan pemuda di bidang sepak bola yang menjadi salah satu fokus selain sektor wisata dan ketahanan pangan.

Kepala Desa Kota Bangun III, Lilik Hendrawanto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan mendorong anak-anak muda agar aktif dan produktif melalui olahraga, sekaligus mempersiapkan tim desa agar mampu bersaing secara profesional di tingkat kabupaten.

“Kami ada pemberdayaan khusus untuk anak-anak muda lewat sepak bola. Tahun ini kami kirim empat orang ikut pelatihan wasit, dan dua orang lagi untuk pelatihan pelatih supaya mereka bisa dapat lisensi resmi,” kata Lilik Hendrawanto kepada media selasa (15/7/2025).

Lebih lanjut Lilik mengatakan bahwa langkah ini, kata dia, merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pengembangan talenta muda di bidang olahraga sekaligus pengembangan karakter dan semangat kolaborasi dalam membentuk tim-tim usia dini dan remaja untuk berlatih dan berkompetisi secara terstruktur, mendorong pengembangan bakat secara berkelanjutan.

Selain pelatihan, Desa Kota Bangun III juga melakukan renovasi ringan pada lapangan sepak bola, termasuk rencana pemasangan lampu agar lapangan bisa digunakan saat malam hari.

“Lapangan sepak bola kita perbaiki, dan rencananya akan kita pasang lampu agar aktivitas latihan bisa dilakukan di malam hari juga. Ini penting agar anak-anak muda punya ruang dan fasilitas yang layak untuk berkembang,” jelasnya.

Program ini lanjutnya adalah upaya untuk mendidik pemuda untuk bekerja sama, saling mendukung, dan memiliki kegigihan dalam mencapai tujuan bersama, yang merupakan nilai-nilai penting dalam sepak bola sebagai olahraga tim.

“Program pemberdayaan sepak bola dapat membantu mengasah kedisiplinan dan kemandirian para pemuda, sebagai bekal untuk berintegrasi di masyarakat,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, desa juga memiliki rencana besar untuk mengaktakan (notarisasi) tim sepak bola desa, dengan harapan bisa mendaftar dan ikut berlaga di Liga ASKAP Kutai Kartanegara.

“Harapannya, tim sepak bola kami ini bisa ikut Liga ASKAP Kabupaten Kukar. Karena itu, kami siapkan dulu SDM-nya, dari wasit sampai pelatihnya kita latih dulu agar sesuai standar. Selain itu, kami juga akan membentuk tim-tim usia dini dan remaja untuk berlatih dan berkompetisi secara terstruktur, sehingga dapat mendorong pengembangan bakat secara berkelanjutan,” tutupnya. ADV/Disdkominfo Kukar/IL


Bagikan

Related Posts