Kab. Kutai Kartanegara

Pelatihan Keamanan Informasi untuk Menghadapi Tantangan Digital

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas – Pelatihan keamanan informasi diadakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Bidang Persandian Diskominfo Kukar dalam menghadapi tantangan transformasi digital. Pelatihan ini membahas materi tentang governance, COBIT 2019, tata kelola TI, dan keamanan informasi. Diharapkan pengetahuan dan praktek yang didapatkan dapat diimplementasikan di lingkungan kerja untuk menciptakan sistem keamanan informasi yang kuat dan efektif.

Pelatihan Keamanan Informasi sangat penting untuk menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengamankan data, sistem, dan jaringan dari berbagai ancaman siber seperti peretasan, malware, dan phishing.
Kepala Bidang Persandian Diskominfo Kukar Anggoro Prastowo menyampaikan bahwa pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman staf Bidang Persandian tentang pentingnya tata kelola teknologi informasi yang efektif dan terukur dengan mengacu pada kerangka kerja COBIT 2019 yang menjadi standard global

Sejumlah staf dan Pegawai di Bidang Persandian Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti Pelatihan IT Governance With COBIT 2019 + AI Strategies And Policies.

Pelatihan berlangsung di Hotel Harper Malioboro Kota Yogyakarta mulai tanggal 20 hingga 22 Mei 2025. Pelatihan nasional tersebut diikuti 12 orang yang terdiri dari 6 PNS dan Tenaga Teknis Bidang Persandian Diskominfo Kukar. Pelatihan dengan narasumber dari Inixindo Yogyakarta tersebut berlangsung secara tatap muka dengan metode pemaparan materi, diskusi kelompok, dan studi kasus.

. “Diharapkan melalui pelatihan ini Staf Bidang Persandian dapat memahami konsep-konsep utama COBIT 2019. Selain itu peserta pelatihan diharapkan dapat memahami prinsip tata kelola, komponen sistem, cara menilai, dan meningkatkan kapabilitas proses TI dalam organisasi pemerintahan maupun swasta,” Kata Anggoro.

Anggoro Prastowo mengatakan bahwa pelatihan tersebut juga mengangkat isu strategis terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan implementasinya dalam perumusan kebijakan secara tepat dalam lingkungan organisasi.

Pelatihan ini mencakup berbagai topik penting seperti, mengajarkan peserta bagaimana melindungi data sensitif melalui enkripsi, pengelolaan akses yang ketat, dan penggunaan teknologi keamanan terbaru seperti firewall dan antivirus.

Identifikasi Ancaman Siber seperti phishing, malware, ransomware, dan serangan DDoS, serta bagaimana mencegahnya. Strategi Mitigasi Risiko bagaimana merancang dan menerapkan strategi mitigasi risiko untuk mengurangi potensi dampak dari serangan siber.

“Pelatihan studi kasus dan simulasi serangan siber untuk memberikan peserta pengalaman praktis dalam menghadapi ancaman siber serta Peserta akan belajar pentingnya pembaruan sistem dan perangkat lunak secara berkala untuk mengatasi kerentanan keamanan yang baru, termasuk  pentingnya menggunakan keamanan jaringan yang kuat, seperti VPN, untuk melindungi sistem dari serangan jaringan,” kata Anggoro.

Dengan pelatihan ini diharapkan para peserta dapat memperoleh wawasan praktis tentang dampak AI terhadap tata kelola TI dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengintegrasikan AI secara aman, etis, dan sesuai regulasi. Dengan demikian, organisasi dapat memanfaatkan AI secara efektif dan bertanggung jawab.

Pelatihan diakhiri dengan awarding hasil pelatihan, yang menunjukkan bahwa peserta telah memahami materi yang disampaikan dan siap mengimplementasikannya di lingkungan kerja.

” Pelatihan Keamanan Informasi sangat penting untuk menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengamankan data, sistem, dan jaringan dari berbagai ancaman siber seperti peretasan, malware, dan phishing,”tegasnya. ADV/Diskominfo Kukar/Sup

 


Bagikan

Related Posts