Kab. Kutai Kartanegara

Kukar Fokus pada Pertanian Berkelanjutan dengan Petani Milenial

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas-Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pertanian berkomitmen meningkatkan produksi pertanian dan mencapai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan membentuk dan menumbuhkan petani milenial.

Kepala Dinas Pertanian dan Perternakan Kukar, Taufik, menyatakan bahwa program pertanian di Kukar tetap mengacu pada RPJMD Kukar Idaman. Sejumlah indikator telah berhasil dicapai, seperti pembangunan jalan usaha tani, namun ada pula yang masih dalam proses, seperti pembangunan embung.

“Dengan mendorong anak muda untuk terlibat dalam pertanian, kita berharap dapat meningkatkan produksi pertanian dan mencapai target RPJMD Kukar Idaman,” kata Taufik Senin (26/5/2025).

Program pembentukan petani milenial dinilai penting untuk keberlanjutan ketahanan pangan di Kukar, mengingat tren penurunan jumlah petani, khususnya di sektor tanaman pangan.

Saat ini lanjut Taufik Distanak Kukar  menggenjot masa tanam menjelang musim kemarau.

Pada bulan Mei dan Juni lanjut Taufik merupakan puncak masa tanam, terutama untuk komoditas strategis seperti padi dan jagung.

Upaya percepatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap prediksi BMKG yang menyebutkan musim kemarau akan mulai berlangsung pada Juli.

“Saat ini kami mendorong petani untuk percepat tanam pada Mei hingga Juni ini. Harapan kita, sebelum kemarau benar-benar datang, semua lahan bisa optimal dimanfaatkan,” jelasnya,

Hasilnya cukup menggembirakan, saat ini kaltim maupun Kutai Kartanegara telah masuk dalam zona hijau berdasarkan capaian luas tanam mencapai 85 persen.

“Zona hijau artinya target luas tanam kita sudah tercapai di atas 85 persen, ini pencapaian yang patut kita syukuri di tengah tantangan cuaca dan keterbatasan anggaran,” tuturnya.

Selain itu Distanak Kukar berkomitmen menjaga kinerja meski menghadapi efisiensi anggaran operasional. Dari total pagu anggaran sebesar Rp246 miliar pada tahun 2025, sekitar Rp80 miliar digunakan untuk belanja pegawai, sementara lebih dari Rp100 miliar dialokasikan untuk bantuan langsung kepada masyarakat.

Pembagian anggaran ini menunjukkan prioritas Distanak Kukar untuk mendukung kegiatan pertanian di lapangan melalui pembinaan, pendampingan, dan penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat. Target penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat tetap dipertahankan sekitar Rp100 miliar, tanpa perubahan signifikan.

Dengan komitmen ini, Distanak Kukar berharap dapat terus meningkatkan kinerja dan mendukung pembangunan sektor pertanian di Kukar, meskipun dalam keterbatasan anggaran.

Taufik mengaku bahwa Distanak Kukar berkomitmen  pada pertanian dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar Idaman mencakup beberapa aspek penting,  seperti  meningkatkan Produksi Pertanian melalui pembangunan infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani dan embung.

Selain itu pemerintah Kukar juga berfokus pada pemberdayaan petani, termasuk pembentukan petani milenial untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi penurunan jumlah petani, mengembangkan infrastruktur pertanian, seperti jalan usaha tani dan embung, untuk mendukung kegiatan pertanian yang lebih efektif dan efisien.
“Pemerintah Kukar berkomitmen untuk mencapai target RPJMD Kukar Idaman, termasuk meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

“Dengan komitmen ini, Kukar berharap dapat meningkatkan sektor pertanian dan mencapai tujuan pembangunan daerah,” tutupnya. ADV/Diskominfo Kukar/Sup

 

 


Bagikan

Related Posts