Kutai Kartanegara,Solidaritas- Program Terang Kampungku di pemukiman sudah mencapai 65 persen ter-cover dengan adanya dua sumber anggaran, yaitu dari Dinas Pemukiman dan Perkim. Program ini menggunakan teknologi isolarsel untuk daerah yang tidak memiliki tiang listrik dan menggunakan PLN untuk jalan-jalan yang sudah ada tiang listrik.
Program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa ini merupakan bagian memenuhi amanah undang-undang yang menuntut penyediaan layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, dan kebutuhan listrik.
Sasaran utama dari Terang Kampungku adalah desa-desa yang belum terjangkau oleh layanan listrik dari PLN, yakni dengan memanfaatkan PLTS komunal sebagai solusi, sehingga Bupati minta aparatur desa melalui pihak yang ditunjuk, rutin melakukan perawatan agar awet.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar bahkan telah menetapkan sejumlah target spesifik dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021-2026, yakni program yang melibatkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam sub kegiatan terkait PLTS komunal.
Kepala Desa Kedang Ipil, Kuspawansyah kepada Solidaritas (10/05/2025) mengatakan bahwa Program Terang Kampungku yang diluncurkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berhasil menerangi sejumlah desa di desa Kedang Ipil , Kecamatan Kota Bangun Darat.
Sejumlah kawasan lanjut Kuspawansyah telah dialiri listrik meski daerah itu belum ada tiang listrik, melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal sejumlah dusun didesa kedang ipil sudah bisa dialiri listrik.
“Kalau Terang Kampungku Untuk di pemukiman kita sendiri Sudah sekitar 65 persen lah 65 persen sudah ter-cover Karena ada dua sumber anggaran yang Ada yakni anggaran dari Dinas Pemukiman dan Perhubungan,” jelas Kuspawansyah.
Kalau Perkim lanjut Kades lebih kepada pemasangan sumber listrik komunal yakni dari solar sel, sementara untuk Dinas Perhubungan menggunakan sumber energi dari PLN yang dikhususkan untuk penerangan jalan dan Gang .
Diakui saat ini masih ada kendala seperti kendala anggaran, program ini memiliki kuota anggaran yang rata-rata disamakan, sehingga jumlah unit yang diterima juga terbatas sementara wilayah berbeda beda.
“Memang ada yang diprioritas, prioritas program ini adalah untuk daerah yang belum teraliri listrik, pada tahun lalu ada 24 unit solarsel diterima, dan tahun Ini 30 unit solarsel diterima, saat ini ada 30 unit solarsel diterima untuk wilayah dusun Ketapang,” jelas Kades.
Program Terang Kampungku diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa, khususnya dalam memperoleh akses listrik yang stabil dan terpercaya, sehingga melalui listrik dapat dimanfaatkan untuk kegiatan lain dalam mendukung aktivitas masyarakat.
“Dengan keberadaan listrik 24 jam, maka banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan masyarakat, seperti anak-anak sekolah bisa belajar dengan tenang saat malam, kemudian aktivitas ekonomi dan sosial di desa-desa juga akan semakin meningkat sehingga membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi warga desa,” katanya. ADV/DPMDKukar/IL









