Kutai Kartanegara,Solidaritas – Pemerintah Desa Batuah meluncurkan program pilah sampah dari rumah dengan menyediakan tempat sampah basah dan kering di masing-masing Rukun Tetangga (RT). Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan membuat sampah memiliki nilai rupiah.
Direktur Bank Sampah Batuah, Nurdin (tautan tidak tersedia), menjelaskan bahwa program ini juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar mampu memilah sampah yang memiliki nilai guna sejak dari rumah. Sampah kering akan dikelola oleh bank sampah dan warga bisa memiliki penghasilan tambahan.
“Kami mendorong agar warga mulai memilah sampah kering dan basah. Nantinya sampah kering akan dikelolah oleh bank sampah dan warga bisa punya penghasilan. Misalnya, plastik dibeli, sehingga warga mendapatkan penghasilan tambahan,” kata Direktur Bank Sampah Batuah, Nurdin .
Untuk memaksimalkan program pilah sampah, Pemdes Batuah juga telah mengalokasikan dana untuk pengadaan tempat sampah basah dan kering melalui anggaran Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) RT yang merupakan program dedikasi Kukar IDAMAN. Program ini telah disalurkan ke 28 Rukun Tetangga (RT) di 8 Dusun yang ada di wilayah Desa Batuah.
”Adanya tempat sampah jenis basah dan kering ini, diharapkan pemilahan sampah tidak hanya menjadi kebiasaan, tetapi juga menjadi budaya masyarakat desa,” jelasnya
Desa Batuah telah aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah sejak 2018 dengan pendirian Bank Sampah Rumah Berkah Limbah Kreatif Batuah (RBLKB). Bank Sampah ini menjalankan empat program utama, yaitu GaDis, Ganas, Akan PuBer, dan Gerbepin Janda.
Nurdin berharap bahwa pengelolaan sampah di Desa Batuah bisa semakin berkembang dan mencapai tujuan jangka panjang menuju zero waste. Ia juga berharap bahwa kesadaran warga semakin meningkat dan Desa Batuah bisa menjadi contoh desa yang bersih dan peduli lingkungan.
“Semoga melalui program ini, kesadaran warga semakin meningkat dan Desa Batuah bisa menjadi contoh desa yang bersih dan peduli lingkungan,” tutupnya. ADV/Diskominfo Kukar/IL









