Samarinda, Solidaritas- Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, menjajaki layanan penerbangan umrah guna memudahkan jamaah di sekitar Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Kutai Timur, menunaikan ibadah tersebut.
Kepala Seksi Teknik Operasi UPBU APT Pranoto Samarinda Mochamad Ikhsan Fadilah di Samarinda, Kaltim, Sabtu kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya sudah menggelar rapat koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), dan sejumlah agen perjalanan umrah.
“Rapat itu merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan kelancaran layanan penerbangan umrah dari Bandara APT Pranoto, selain yang biasa digunakan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan,” ujarnya.
Fokus utama rapat tersebut, lanjut Ikhsan, membahas kesiapan bandara dalam menyambut jamaah. Seluruh infrastruktur pendukung telah disiapkan, mulai dari fasilitas hingga pelayanan.
Selain itu, pihaknya juga intensif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan guna menjajaki kemungkinan pembukaan rute penerbangan umrah.
“Penjadwalan, ketersediaan maskapai, dan kerja sama dengan agen perjalanan menjadi poin-poin penting yang terus dikaji agar operasional berjalan lancar,” ujarnya.
Bandara APT Pranoto memiliki fasilitas meliputi area seluas 470 hektar (1,8 sq mi). Bandara ini memiliki 4 gerbang naik, dengan empat gerbang jembatan jet. Semua jembatan jet mampu menangani Airbus A320.
Selain itu Bandara ini memiliki satu buah landas pacu dengan panjang 2.250 meter dan lebar 45 meter dengan nama landasan 04/22. Landas pacu akan diperpanjang menjadi 3.000 m di masa depan untuk mengakomodasi pesawat berbadan lebar seperti Airbus A330, Boeing 747, Boeing 767, dan Boeing 777.
Bandara ini memiliki total kapasitas 1,5 juta penumpang per tahun dan terminal memiliki area 16.468 m2 (177.260 sq ft). Bandara ini memiliki ukuran landasan pacu 2.250 m x 45 m, taxiway berukuran 173 m x 23 m, apron 300 m x 123 m [24]
Dalam rapat koordinasi, pihaknya menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mewujudkan program ini. Standar pelayanan, termasuk edukasi jamaah terkait prosedur keberangkatan, harus menjadi prioritas.
Ikhsan menambahkan akan ada pertemuan lanjutan untuk mematangkan persiapan layanan penerbangan umrah melalui Bandara APT Pranoto Samarinda.
“Kami optimistis penerbangan umrah dari Bandara APT Pranoto dapat segera terwujud. Ini tidak hanya akan mempermudah masyarakat dalam beribadah, tetapi juga meningkatkan peran Bandara APT Pranoto sebagai salah satu pintu gerbang utama di Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Selama ini, jamaah umrah dari Samarinda, Bontang, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara, berangkat melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan.
“Kalau terkait persiapan, dari sisi operasional, bandara sudah mumpuni,” jelas Ikhsan.Red








