News

Pemprov Kaltim Promosikan Pariwisata Lokal melalui event Maratua Run 5K-10K

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Olahraga lari kini tengah naik daun di kalangan anak muda Indonesia. Hal ini terlihat dari tingginya jumlah peserta dalam berbagai acara lari dan maraknya komunitas lari di berbagai daerah. Kesadaran akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup aktif menjadi salah satu faktor utama yang mendorong minat anak muda terhadap olahraga lari.

Lari menjadi pilihan populer karena mudah dilakukan dan fleksibel. Anak muda bisa melakukannya kapan saja dan di mana saja tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, lari memiliki banyak manfaat kesehatan seperti meningkatkan stamina, menjaga kesehatan jantung, dan membantu mengontrol berat badan.

Media sosial juga berperan besar dalam meningkatkan popularitas olahraga lari. Platform seperti Instagram, TikTok, dan Strava memungkinkan anak muda untuk berbagi pencapaian mereka, baik jarak tempuh, waktu, maupun rute yang mereka lalui. Influencer dan selebriti yang membagikan aktivitas lari mereka turut menginspirasi banyak orang untuk mulai berlari.

Sementara itu untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengkolaborasikan olahraga dengan pariwisata, tujuanya adalah untuk mendorong pengembangan sektor pariwisata melalui berbagai inisiatif yang melibatkan masyarakat lokal.

Penyelenggaraan event Maratua Run 5K-10K menjadi event lomba lari yang diharapkan menjadi tonggak baru dalam promosi wisata olahraga atau sportourism di wilayah terpencil seperti Maratua di Kabupaten Berau.

Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik dan Sekprov Kaltim Sri Wahyuni saat memberikan keterangan Pers, Foto Pia

Pj. Gubernur Kaltim, Akmal Malik, menyampaikan bahwa event ini bertujuan untuk memperkenalkan Maratua lebih luas. Event ini tidak hanya sebagai tujuan wisata air, tetapi juga sebagai destinasi olahraga.

Menurutnya, dengan hadiah yang mencapai Rp 100 juta, Maratua Run menjadi salah satu event terbesar dalam sejarah olahraga di Kaltim.

“Kami ingin mengombinasikan antara wisata dan olahraga untuk mengembangkan daerah-daerah terpencil dan event seperti ini menjadi salah satu kunci pengembangan ekonomi lokal,” ujarnya pada Jum’at, 3 Januari 2025.

Event yang dijadwalkan pada 15-16 Februari 2025 mendatang ini tidak hanya bertujuan untuk menarik wisatawan, tetapi juga untuk mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah sekitar.

Akmal berharap, penyelenggaraan Maratua Run bisa memicu munculnya lebih banyak event serupa yang melibatkan masyarakat lokal dan para pelaku usaha.

“Kami ingin ada lembaga EO baru yang dapat mengembangkan event ini lebih besar lagi di masa depan,” tuturnya.

Tidak hanya olahraga, acara ini juga dirancang untuk memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal. Salah satunya dengan mengembangkan potensi penginapan berbasis rumah penduduk.

“Tim survei telah menyiapkan sekitar 4.000 kamar dan tenda untuk menampung para peserta dan pengunjung. Selain itu, aksesibilitas menuju Maratua juga menjadi perhatian, di mana penerbangan reguler dan transportasi laut ekstra akan disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan para wisatawan,” ungkapnya.

Selain Maratua, Akmal Malik juga menyebutkan bahwa akan ada event serupa di tempat lain seperti Derawan dan Sangkulirang. Kegiatan ini guna memperkenalkan lebih banyak destinasi wisata unggulan di Kaltim.

“Kami ingin menjadikan Kaltim sebagai paperzone atau kawasan wisata olahraga yang dikenal di tingkat internasional,” pungkasnya. (Pia)


Bagikan

Related Posts