News

5 Hari Sanga-Sanga Dikepung Asap, Lahan Gambut Membara, Warga Mulai Diungsikan

Bagikan

Kutai Kartanegara , Solidaritas –  Kabut asap pekat akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali meneror warga di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Di Kecamatan Sanga-Sanga, kobaran api di lahan gambut yang telah berlangsung selama lima hari terakhir sempat merangsek mendekati permukiman padat penduduk.
Memburuknya kualitas udara akibat kepungan asap tebal memaksa sejumlah warga di Kelurahan Pendingin terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Pantauan dari udara menggunakan kamera drone milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kukar memperlihatkan kondisi mencekam di Kelurahan Pendingin.
Langit yang biasanya cerah kini tertutup rapat oleh gulungan asap abu-abu pekat, sementara hamparan lahan gambut di bawahnya terus membara dan meluas tanpa kendali.
Petugas Damkarmat Kukar, bersama aparat TNI, Polri, dan relawan setempat, telah bertaruh nyawa menjinakkan si jago merah siang dan malam. Upaya penyekatan terus dilakukan agar api tidak melompat ke kawasan perkampungan warga.
Petugas di lapangan menghadapi tantangan berat akibat karakteristik lahan gambut dan minimnya infrastruktur.
  • Krisis Air: Pasokan air di sekitar lokasi kejadian sangat minim karena mengering.
  • Akses Terputus: Tidak ada jalan yang bisa dilalui oleh armada kendaraan pemadam kebakaran.
  • Dua Hari Terparah: Situasi memburuk drastis dalam dua hari terakhir hingga memicu evakuasi warga.
“Kebakaran ini sudah terjadi sejak lima hari yang lalu, cuma yang terparah ini dua harian ini. Dan inilah yang terparah, yang meluas karena lahan gambut itu, sama akses jalan tidak ada,” ujar Gunawan, petugas Damkarmat Kutai Kartanegara saat dikonfirmasi di lokasi, Kamis (20/8/2026).
Petaka karhutla tidak hanya melanda Kukar yang sejauh ini telah menghanguskan lebih dari 50 hektar lahan gambut di Sanga-Sanga. Kota Samarinda pun turut membara pada Kamis siang. Amukan api dilaporkan menjalar di empat titik sekaligus di kawasan Pelita 8, Kecamatan Sambutan.
Dengan peralatan seadanya, petugas gabungan bersama warga bahu-membahu memadamkan api. Angin kencang memperparah keadaan karena memicu bara api yang sempat padam untuk menyala kembali. Selain itu, petugas harus berjalan kaki cukup jauh memanggul selang air menuju titik api.
Petugas BPBD Kota Samarinda, Nusa Indah, membenarkan bahwa kendala utama di wilayah Sambutan adalah keringnya sumber air.
“Yang ini sudah empat kali di Kecamatan Sambutan. Saat ini ada empat titik yang ditangani oleh relawan-relawan Samarinda. Kendala karena air memang kering ya, kendala di air saja. Jadi kami harus mengisi air secara bergantian di dekat Posko 7,” jelas Nusa Indah.
Merespons situasi karhutla yang kian mengkhawatirkan di Kalimantan Timur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mengambil langkah strategis.
Guna memitigasi sebaran api yang meluas akibat musim kemarau ekstrem, Gubernur Kaltim berencana melakukan rekayasa cuaca atau teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk membuat hujan buatan.
Langkah darurat ini akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan. Red

Bagikan

Related Posts