Samarinda, Solidaritas – Ada yang berbeda di Simpang Empat Lembusiwana, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Persimpangan jalan raya yang biasanya padat oleh lalu lalang kendaraan, mendadak berubah menjadi lapangan upacara raksasa yang sakral dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Ratusan relawan pemadam kebakaran, jajaran Dinas Damkar, personel TNI-Polri, serta warga sekitar menyatu dalam barisan khidmat. Upacara peringatan kemerdekaan ini dimulai secara dramatis dengan raungan sirine dari puluhan armada mobil pemadam kebakaran yang menggema, menandai dimulainya detik-detik proklamasi.
Momen paling ikonik dalam upacara ini terjadi saat prosesi pengibaran bendera Merah Putih. Bukan menggunakan tiang besi biasa, Sang Saka Merah Putih dikibarkan dengan gagah di atas mobil tangga pemadam kebakaran pada ketinggian 20 meter dari permukaan jalan.
Aksi heroik dan tidak biasa ini langsung mengundang decak kagum dari seluruh peserta upacara maupun pengguna jalan yang melintas.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengaku sangat terkesan dengan soliditas dan kekompakan para relawan di Kota Tepian.
“Selama ini saya sangat mengapresiasi seluruh teman-teman relawan, Damkar dari Pemadam Kebakaran, dan juga dari TNI-Polri, Basarnas, serta instansi terkait lainnya. Kebersamaan itu tetap ada di setiap kejadian apa pun. Baik kejadian bencana, maupun gangguan kamtibmas. Relawan sangat cepat, sehingga pengaduan dapat ditindaklanjuti dengan baik,” ungkap Kombes Pol Hendri Umar.
Kebanggaan mendalam juga dirasakan oleh Desy, personel Damkar Samarinda yang berkesempatan menjadi petugas pengibar bendera di atas ketinggian ekstrem tersebut.
“Alhamdulillah dikasih kesempatan, bangga sekali. Sehingga ke depannya bisa lebih baik lagi jika bertugas. Tidak ada persiapan khusus, ini tiba-tiba saja,” ujar Desy dengan senyum sumringah.
Kemeriahan HUT ke-81 RI di Samarinda tidak hanya berpusat di jalan protokol. Bergeser ke kawasan permukiman, tepatnya di RT 01 Kelurahan Baqa, warga setempat menunjukkan nasionalisme yang tak kalah membara melalui aksi swadaya.
Di lingkungan ini, membentang bendera Merah Putih sepanjang 260 meter di atas jalan protokol pemukiman mereka. Menariknya, angka 260 meter tersebut sengaja dipilih untuk menyelaraskan momentum angka tahun 2026.
Kreativitas ini murni lahir dari gotong royong wargaWarga RT 01 Kelurahan Baqa menunjukkan semangat nasionalisme melalui beberapa inisiatif kreatif, bendera Merah Putih sepanjang ratusan meter dijahit secara gotong royong oleh kelompok ibu-ibu, pendanaan seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat tanpa bantuan luar.
Selain itu estetika lingkungan juga dipercantik dengan lukisan mural edukatif berupa Burung Garuda serta fauna dilindungi khas Kalimantan seperti Orang Utan, Beruang Madu, hingga Burung Enggang.
“Inikan tahun 2026, bagaimana kita menciptakan bendera sepanjang 260 meter, disamakan dengan tahun ini 2026. Jadi tercetuslah ide dari ibu-ibu, dan didukung sama bapak-bapak.
Tidak ada bantuan luar, ini murni pendanaan swadaya masyarakat,” papar Hairani Safitri, Ketua RT 01 Kelurahan Baqa.
Perayaan kemerdekaan yang diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat di Samarinda ini menjadi bukti nyata. Di usia Indonesia yang ke-81, semangat nasionalisme, persatuan, dan cinta tanah air di dalam diri warga Bumi Etam tidak pernah padam, melainkan terus menyala dalam berbagai aksi kreatif. Red








