Samarinda, Solidaritas – Deru pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tidak sekadar mengubah peta geografis pemerintahan, tetapi juga membawa gelombang kompetensi baru yang kian ketat.
Menanggapi fenomena besar ini, anggota DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, memberikan pengingat penting bagi para pemuda di Kota Tepian agar segera bersiap menghadapi kompetensi global yang sudah berada di depan mata.
Novan menekankan bahwa kehadiran IKN secara otomatis magnet bagi kedatangan masyarakat dan tenaga kerja dari berbagai penjuru tanah air. Migrasi besar-besaran ini dipastikan akan memicu persaingan sengit di segala lini, terutama pada sektor lapangan pekerjaan dan industri kreatif.
Melihat peta perubahan tersebut, Novan menggarisbawahi bahwa kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Pemuda Samarinda dituntut untuk bergerak cepat menyerap ilmu, mengasah keahlian, dan tidak terlena dengan zona nyaman saat ini.
“Masuknya masyarakat dari berbagai daerah ke Kalimantan Timur harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia lokal. Pemuda Samarinda tidak boleh hanya menjadi penonton ketika daerahnya sedang berkembang pesat,” tutur Novan mengingatkan dengan tegas.
Bagi politisi ini, momentum emas pembangunan Samarinda sebagai kota penyangga utama IKN harus ditangkap sebagai peluang besar, bukan ancaman.
Ia menaruh harapan besar agar generasi muda aktif meningkatkan standar kompetensi dan daya saing mereka agar mampu mengisi posisi-posisi strategis di masa depan.
Menurutnya, daerah ini membutuhkan figur-figur muda yang adaptif, berwawasan luas, dan berani mengambil risiko untuk menjadi motor penggerak ekonomi baru. Pemuda harus mampu menjadi pemain utama yang ikut menentukan arah kebijakan dan kemajuan daerahnya sendiri.
“Pemuda ke depan harus mampu berdaya saing dan memberikan efek yang besar bagi Samarinda maupun negara,” pungkas Mohammad Novan Syahronny Pasie optimis menutup perbincangan. Adv








