News

PT Badak NGL Atasi Stunting Dengan Akar Ranting

Bagikan

Bontang, Solidaritas – PT Badak NGL, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina, berkomitmen ikut mengatasi persoalan stanting di Kota Bontang Kalimantan Timur dengan menggiatkan program CSR “Akar Ranting” atau Aksi Bersama Kolaborasi Atasi Stunting.

Program Akar Ranting ini untuk memperkuat komitmen dan memperluas intervensi dalam menurunkan angka kasus stunting di wilayah Kota Bontang.

Sebagai informasi, tercatat terdapat 1.346 balita mengalami stunting di Kota Bontang dan menjadi salah satu fokus pemerintah Kota Bontang di tahun 2024.

PT Badak NGL menggelar program Akar Ranting di Puskesmas Bontang Lestari. foto : Ist

Kegiatan Akar Ranting ini dilakukan dengan fokus sasarannya terdiri dari bayi dibawah dua tahun yang status gizinya underweight.

Acting Manager CSR and Relations Badak LNG, Sekar Arum Sari Nastiti, mengatakan bahwa Program akar ranting ini adalah salah satu wujud komitmen Badak LNG.

“Program akar ranting ini adalah salah satu wujud komitmen Badak LNG yang merupakan perwujudan komitmen yang berkelanjutan, dengan mencapai target bersama, kemudian ini salah satu perwujudan core value “AKHLAK” yaitu aspek kolaborasi, dimana kita melakukan kolaborasi dengan eksternal, dan ini juga sebagai wadah komitmen perwira Badak LNG.” kata Sekar saat menggelar program Akar Ranting di Puskesmas Bontang Lestari pada Rabu (3/7/2024).

Melalui program ini lanjut Sekar diharapkan terjalin kerja sama terus menerus sehingga bisa mencapai manfaat yang berkelanjutan.

“Jadi tidak hanya dari sisi korporat tapi kepada para pekerja pun mendapatkan manfaat, karena ini merupakan salah satu upaya kami untuk menunjukan kolaborasi yang sinergis” jelasnya.

Melalui program akar ranting yang dilaksanakan oleh Badak NGL, menjadi tonggak penting dalam komitmennya untuk kesejahteraan masyarakat di Kota Bontang.

Selain itu sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang signifikan dalam mengatasi isu kesehatan kritis dan kegiatan ini juga selaras dengan salah satu SDGs goal 3 yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Sementara itu Kepala Puskesmas Bontang Lestari Drg. Faradina menjelaskan, dengan adanya kegiatan ini diharapkan angka stunting dapat menurun.

“Target nasional di 2024 ini adalah 14%, jadi harapannya dari diselenggarakannya kegiatan ini bisa menurunkan angka stunting, dan yang tidak stunting jangan sampai stunting,” ungkap Drg. Faradina.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan seminar pencegahan stunting yang disampaikan spesialis anak Dr. Arlita Putri, Sp. A., pelaksanaan PMT (Pemberian Makan Tambahan) untuk para balita bawah dua tahun selama 14 hari.

Untuk program tujuan jangka panjang, berupa sosialisasi menu bergizi kepada orang tua balita sasaran, demonstrasi pembuatan makanan bergizi, pembagian kalender menu, serta sosialisasi pola asuh anak dan menjaga kesehatan mental ibu rumah tangga.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi multistakeholder di antaranya Dinas Kesehatan Kota Bontang dan Puskesmas Bontang Lestari.

Kegiatan yang dilaksanakan tanggal, 3 Juli 2024 di Puskesmas Bontang Lestari turut dihadiri oleh Act. Manager CSR & Relations Badak LNG Sekar Arum Sari Nastiti, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bontang Chahyo Hadi Wichakso S.STP, Lurah Bontang Lestari Muhammad Akbar Aditya S.STP dan Kepala Puskesmas Bontang Lestari Drg. Faradina. Red


Bagikan

Related Posts