Hiburan

Mengintip Pesona Batu Lampe, Surga Bawah Laut Muara Badak yang Memikat Hati

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Deru mesin perahu perlahan berganti dengan keheningan yang menenangkan saat tubuh mulai tenggelam di bawah permukaan air Kawasan Pangempang, Kecamatan Muara Badak.
Di sinilah, tepatnya di spot Batu Lampe Kecil, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Faisal, turun langsung untuk merasakan sendiri sensasi magis dunia bawah laut Kutai Kartanegara minggu (19/7/2026) pagi.
Tidak perlu menyelam terlalu dalam untuk menikmati sapaan terumbu karang yang eksotis. Pada kedalaman maksimal 3 meter, Faisal menjelajahi salah satu dari 13 titik selam unggulan yang ada di kawasan tersebut.
Kehadiran Muchlis, pemandu profesional berlisensi internasional dari National Association of Underwater Instructors (NAUI) sekaligus perwakilan FPIK Unmul (Samarinda Scuba), memberikan rasa aman ekstra selama penyelaman.
Agenda peninjauan ini juga dipandu langsung oleh Pak Mansur, sosok penggerak lokal yang memimpin Pokdarwis Pesona Pangempang.
Kawasan wisata yang dikelola secara kolaboratif ini memang menyimpan potensi yang menjanjikan. Dengan jarak pandang bawah laut (visibility) yang jernih berkisar antara 4 hingga 15 meter, para pencinta diving dan snorkeling akan dimanjakan oleh panorama bawah air yang memukau.
Terumbu karang di kawasan Pangempang Muara Badak , Foto : Muchlis
Tak hanya itu, petualangan di Muara Badak tidak berhenti di bawah air saja. Wisatawan juga bisa menikmati tenangnya susur sungai sambil mengamati tingkah lucu Bekantan, satwa endemik Kalimantan yang menghuni tepian sungai.
Rasa kagum pun tidak bisa disembunyikan oleh Faisal setelah melihat langsung potensi tersembunyi ini.
“Kawasan Pangempang di Muara Badak ini punya potensi wisata bawah laut yang luar biasa. Dengan visibilitas yang baik di spot seperti Batu Lampe Kecil, destinasi ini sangat layak dikembangkan,” ujar Faisal dengan antusias.
Faisal juga menekankan pentingnya menjaga aset berharga ini demi masa depan pariwisata Kaltim. Menurutnya, keindahan ini harus dibarengi dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
“Ke depan, sinergi antara Pokdarwis Pesona Pangempang dan akademisi seperti FPIK Unmul harus terus diperkuat, terutama untuk memastikan standar keamanan penyelaman dan kelestarian ekosistem terumbu karangnya,” pungkasnya.
Sementara itu Muchlis mengatakan bahwa spot menyelam di perairan Muara Badak  khususnya kawasan Pangempang memiliki kontur bawah lautnya berbentuk menyerupai bukit karang.
Penyelam pemula bisa menikmati keindahan bagian atas bukit di kedalaman 3 hingga 8 meter. Bagi penyelam berpengalaman, mereka bisa mengeksplorasi dinding bukat karang (wall diving) hingga kedalaman 15 sampai 30 meter.

Kini spot-spot tempat menyelam di Muara Badak telah diberi nama unik. Penetapan nama ini sesuai dengan karakter lansekap terumbu karang yang beragam.

Nama-namanya juga disesuaikan dengan momen penemuannya. Spot Batu Hiu misalnya, saat awal ditemukan dahulu sedang banyak hiu di lokasi tersebut.

Ada juga spot yang dinamakan Batu Bom. Kisahnya, saat nelayan dan pegiat mengamati lokasi itu, tiba-tiba terdengar suara bom ikan yang memekakkan telinga.

“Ada juga yang namanya Batu Lampe, saat kami menelam ke sana ada pukat yang sedang terpasang di sekeliling terumbu karang untuk menjebak ikan. Akhirnya pukat kami potong,” kata Muchlis.

Namun tak semua diberi nama sesuai momen penemuannya. Spot Coral Garden contohnya, diberi nama itu karena terumbu karangnya terhampar luas dan memiliki pemandangan seperti taman cantik.

Dari penelusuran dan observasi pengelola, sejauh ini telah ditemukan 25 spot terumbu karang. Nama paling unik adalah KKM.

Dengan perpaduan keindahan bawah laut, petualangan menyusur sungai, dan komitmen kuat dari berbagai pihak, Batu Lampe di Muara Badak siap menyambut para petualang yang rindu akan pesona alam yang masih alami. Red

Bagikan

Related Posts