Hiburan

Kibarkan Merah Putih Bersama Hiu Tutul, Strategi Cerdik Dispar Kaltim Angkat Pesona Pulau Miang

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Ada cara unik dan menguji adrenalin yang disiapkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan di lapangan terbuka, upacara pengibaran bendera Merah Putih kali ini akan digelar di bawah permukaan laut perairan Pulau Miang, Kutai Timur, ditemani oleh kawanan hiu tutul.
Agenda anti-mainstream ini dijadwalkan berlangsung pada 14–17 Agustus 2026. Sebanyak 12 penyelam profesional dari Yekhalu Scuba School akan turun ke kedalaman 5 hingga 10 meter untuk melaksanakan prosesi sakral tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa aksi ini bukan sekadar seremonial belaka. Pemerintah ingin memanfaatkan momen kemerdekaan untuk mengenalkan potensi wisata bahari Kaltim yang memukau.
“Terdapat enam event yang kita siapkan untuk memeriahkan kemerdekaan tahun ini, dan spesialnya menaikkan bendera bersama hiu tutul. Kami ingin mempromosikan Kaltim dan Pulau Miang sebagai salah satu destinasi wisata,” ujar Faisal dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Awang Long, Selasa (11/8/2026).
Pulau Miang dipilih bukan tanpa alasan. Di perairan ini, ada sekitar 6 hingga 7 ekor hiu tutul yang sering menampakkan diri dan berenang bebas. Kehadiran mamalia laut raksasa yang ramah ini diharapkan akan ikut mengelilingi para penyelam saat bendera dibentangkan.
Meski terdengar sangat memukau, Faisal mengakui tantangan terbesar acara ini adalah faktor alam. Gelombang besar, badai, serta kepastian kemunculan sang hiu tutul menjadi variabel yang tidak bisa diprediksi.
Oleh karena itu, pihak panitia telah menyiapkan rencana cadangan. Jika cuaca memburuk atau hiu tutul enggan mendekat, lokasi upacara akan digeser ke titik selam lain yang kaya akan keanekaragaman ikan. Tak hanya mengibarkan bendera, aksi peduli lingkungan berupa transplantasi terumbu karang juga akan dilakukan demi menjaga kelestarian ekosistem laut setempat.
Bagi masyarakat yang tidak bisa menyelam, Dinas Pariwisata Kaltim juga sudah merancang rentetan acara seru lainnya di Kota Samarinda. Tepat pada 17 Agustus, riuh kemerdekaan akan dibawa ke Sungai Karang Mumus lewat aksi susur sungai menggunakan paddle board sepanjang 17 kilometer.
Kemeriahan akan memuncak pada 30 Agustus 2026 melalui agenda gowes sepeda dan Mahakam Topeng Karnival yang dimulai pukul 07.00 hingga 11.00 WITA. Mengambil rute singkat dari Taman Samarendah menuju Kantor Gubernur Kaltim, pawai ini ditargetkan menyedot 2.000 hingga 3.000 peserta dari kalangan penggiat seni, budaya, serta komunitas lokal. Parade ini nantinya akan diwarnai oleh dentuman marching band dan atraksi seni pencak silat.
Faisal menegaskan bahwa karnaval ini murni inisiatif Dinas Pariwisata bersama komunitas, tanpa ada maksud mengambil alih agenda pawai tahunan Pemerintah Kota Samarinda. Menariknya lagi, sebagian besar rangkaian acara besar ini berjalan mandiri tanpa menyedot anggaran daerah.
“Dalam pelaksanaan kegiatan ini kita bermitra bersama pihak terkait, anggarannya 0 rupiah. Kecuali untuk lomba-lomba, ada sedikit menggunakan APBD untuk hadiah,” pungkas Faisal.
Bagi masyarakat umum yang berjiwa kreatif, perayaan HUT RI ke-81 ini juga membuka lomba fotografi dan film pendek dengan total hadiah mencapai Rp10 juta. Sebuah cara merayakan kemerdekaan yang lengkap: menjaga alam, mengangkat pariwisata, sekaligus berpesta bersama komunitas. Red

Bagikan

Related Posts