Samarinda, Solidaritas – Musim kemarau panjang yang melanda kawasan Samarinda Utara menyisakan cerita pelik bagi warga Kelurahan Lempake. Sudah lebih dari dua bulan terakhir, debit air di Waduk Benanga mengalami penurunan drastis, dan kondisi terparah dirasakan dalam sebulan belakangan akibat kekeringan yang kian kritis.
Pemandangan tak biasa terlihat pada Minggu sore (20/9/2026). Puluhan warga dari kawasan Lempake tampak memadati area sekitar kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang mengelola Waduk Benanga.
Dengan membawa jerigen serta belasan galon air kosong, mereka sabar mengantre demi menantikan kedatangan armada truk tanki penyuplai air bersih.
Ahmad Fauzan, selaku petugas pengaman Waduk Benanga, membenarkan bahwa volume air di waduk penampung air baku tersebut menyusut jauh di bawah batas normal.
“Kekeringan ini sudah lebih dari dua bulan ya. Yang parah itu kurang lebih satu bulanan ini, mencapai kering yang sangat kritis sekali. Termasuk kritis air ya, air bersih, terutama untuk wilayah Lempake khususnya RT 90 dan RT 92,” ujar Ahmad Fauzan saat ditemui di lokasi.
Terhentinya aliran pipa distribusi air bersih membuat warga setempat harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan esensial sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga memasak. Sebelum bantuan dari pemerintah datang, tak sedikit warga yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam guna membeli air eceran demi bertahan hidup di tengah krisis.
Keluarga Suyati, salah seorang warga RT di Lempake, mengungkapkan betapa sulitnya situasi yang ia hadapi selama dua bulan belakangan ini.
“Ya sulit betul saya. Saya aja beli air ledeng dengan galon untuk mandi, bolak-balik. Mandi, cuci piring apa, semua dengan galon. Sudah lama, mau dua bulan lebih begini,” tutur Suyati dengan nada lelah.
Menanggapi keluhan masyarakat yang semakin terdesak, Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas PUPR bergerak cepat menerjunkan armada tangki air bersih langsung ke titik-titik permukiman warga yang terdampak. Bantuan air bersih gratis ini tentu disambut dengan rasa syukur dan antusiasme tinggi oleh masyarakat.
Tazri, selaku Ketua RT 31 Kelurahan Lempake, menjelaskan bahwa penyusutan air baku di intake lokal tidak bisa diakali dengan memaksakan kapasitas mesin pompa. Jika dipaksakan, risiko kerusakan mesin serta tersedotnya endapan lumpur justru akan memperburuk keadaan.
“Aliran PDAM tidak sampai di sini karena memang debit distribusinya mengecil akibat kemarau ini. Bahan baku di intake di sini sudah terbatas. Karena kalau dikencangi ampernya, dinaikkan debitnya, yang terhisap nanti hanya lumpur sama air saja. Maka dari itu, distribusi air bersih ini merupakan bantuan dari Pemkot Samarinda, khususnya PUPR Kota Samarinda,” jelas Tazri.
Kendati tetesan air bersih dari truk tangki mulai mencairkan ketegangan warga dalam memenuhi kebutuhan harian, harapan besar tetap dipanjatkan ke langit. Warga Lempake secara konsisten berdoa dan menantikan turunnya hujan agar debit air Waduk Benanga kembali normal, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah mengalir seperti sediakala tanpa hambatan. Red








