Samarinda, Walikota Samarinda Andi Harun dengan tegas menolak permintaan penambahan jam operasional 4 perusahaan permainan anak di mal kota Samarinda .
Orang Nomor satu di kota Samarinda ini beranggapan jika ada penambahan jam operasional untuk arena permainan anak anak ini akan mengganggu ibadah anak anak itu sendiri.
Andi Harun yang diteui usai membuka secara resmi pasar ramadhan yang berlokasi di stadion Segiri Samarinda jumat (15/3/2024) mengatakan bahwa Pemkot Samarinda akan mempertahankan kebijakan pembatasan jam operasional Tempat Hiburan Malam (THM) dan Arena Bermain Ketangkasan Mesin untuk Anak-anak dan Dewasa, termasuk Game Online, selama bulan suci Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha Tahun 2024.
“Kebijakan larangan operasional THM dan pembatasan jam operasional Arena Bermain hingga pukul 17.00 Wita selama bulan Ramadan tidak akan direvisi, Hal ini diputuskan setelah mempertimbangkan dengan baik kepentingan umum masyarakat,” kata Andi Harun.
“Aturan waktu operasional yang dibatasi hingga pukul 17.00 Wita selama bulan Ramadan merupakan keputusan yang telah dipertimbangkan dengan baik. Meskipun ada keberatan dari pihak pengusaha terkait penurunan pendapatan, Pemkot Samarinda tidak akan mengubah keputusan tersebut,” jelas Wali Kota Andi Harun.
Wali Kota Andi Harun juga mengungkapkan bahwa ada empat pengusaha permainan anak-anak di Mall Samarinda yang menyampaikan keberatannya. Keberatan itu disampaikan melalui surat permohonan kepada Pemkot Samarinda.
Para pelaku usaha permainan anak-anak ini, menurut Wali Kota Andi Harun, mengkhawatirkan potensi penurunan pendapatan dan kehilangan shift malam bagi karyawan mereka.
“Mereka mengatakan potensi penurunan pendapatan dan kehilangan shift malam bagi karyawan mereka. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga suasana kota selama bulan Ramadhan dan mengutamakan kepentingan umum,” tambahnya.
Wali Kota Samarinda juga menanggapi adanya ancaman yang disampaikan dalam surat permohonan dari pengusaha tentang Penurunannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terpengaruh oleh tekanan atau ancaman dalam mengambil keputusan yang telah dipertimbangkan dengan matang.
“Pemerintah tidak akan terpengaruh oleh tekanan atau ancaman dalam mengambil keputusan yang telah dipertimbangkan dengan matang,” tegasnya.
Pemkot Samarinda tetap mengutamakan kepentingan umum dan akan menjalankan kebijakan pembatasan jam operasional THM dan Arena Bermain Ketangkasan Mesin untuk Anak-anak dan Dewasa selama bulan Ramadan secara tegas dan tanpa revisi. (Pia)









