Kutai Kartanegara, Solidaritas – Suasana tenang di tepi Sungai Mahakam mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Kamis sore (22/10/2026). Sebuah tongkang raksasa bermuatan batu bara mendadak hilang kendali dan meluncur deras menghantam permukiman warga serta puluhan keramba ikan di kawasan Gang Keluarga, RT 03, Dusun 1 Malang Indah, Desa Loa Duri Ulu, Kutai Kartanegara.
Kecelakaan air ini diduga kuat terjadi akibat putusnya tali penarik (towing) atau seling baja saat kapal tugboat berupaya keras mengendalikan haluan ponton di tengah derasnya arus sungai.
Rekaman video amatir berdurasi dua menit milik warga mengabadikan detik-detik mencekam pasca-insiden tersebut. Dalam video itu, terlihat jelas ponton yang melaju kencang menyapu bersih keramba-keramba ikan yang terapung di pinggir sungai, sebelum akhirnya hantaman keras mendarat di permukiman dan membuat empat rumah warga mengalami kerusakan parah.
Baharuddin, salah seorang pemilik keramba yang menjadi korban, menceritakan bahwa saat itu dirinya sedang bersiap untuk menangkap ikan. Dari kejauhan, ia sudah melihat gelagat tidak beres karena ponton batu bara tersebut tampak berputar-putar di tengah sungai akibat terseret arus deras.
Di saat yang sama, mesin tugboat terdengar dipaksa bekerja ekstra keras untuk menarik ponton menjauh dari tepian. Namun nahas, beban yang terlalu berat membuat tali seling baja justru terputus.
“Aku lihat ponton itu mutar-mutar, dia mau terus bertahan. Tapi pas digenjot (mesinnya), putus talinya, selingnya putus. Langsung di situ ada suara nyaring, hantam keramba sama rumah,” kenang Baharuddin dengan raut trauma.
Kepanikan serupa dirasakan oleh Feri, warga yang rumahnya ikut terdampak. Saat kejadian, ia sedang berada di dalam rumah dan tidak mengetahui bahaya yang mengancam. Beruntung, teriakan histeris dari anggota keluarganya yang sedang bermain di luar rumah membuatnya sadar dan langsung berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.
“Ada suara benturan keras. Tadinya gak tahu posisinya di mana. Karena ada keluarga main di luar, jadi mereka yang kasih tahu. Langsung keluar semua, kita menyelamatkan diri dan alhamdulillah aman semua,” kata Feri lega.
Pasca-insiden mengerikan tersebut, lokasi kejadian mendadak ramai dipadati oleh ratusan warga. Uniknya, kehadiran warga bukan hanya untuk menonton puing-puing bangunan, melainkan untuk memancing ikan.
Hancurnya puluhan keramba milik peternak membuat ribuan ekor ikan nila siap panen terlepas bebas ke Sungai Mahakam. Momen “jebolnya” keramba ini pun dimanfaatkan warga sekitar untuk memanen ikan secara cuma-cuma.
Ardi, salah seorang pemancing yang datang membawa joran, mengaku sengaja datang karena mendapat kabar adanya ikan lepas dalam jumlah besar.
“Lumayan ya, biasanya di sungai sini mancing udang. Sekarang karena ditabrak tongkang, ya mancing nila, hitung-hitung panen gratis,” ujar Ardi sambil menunjukkan hasil pancingannya.
Perusahaan Berkomitmen Ganti Rugi dan Siapkan Kontrakan
Merespons musibah yang menimpa warganya, Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, bergerak cepat. Pihak pemerintah desa langsung memediasi pertemuan antara perwakilan perusahaan pemilik tongkang dengan masyarakat yang terdampak.
Hasilnya, pihak perusahaan menunjukkan iktikad baik dan berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab atas seluruh kerugian materiil yang dialami warga.
“Perwakilan perusahaan tadi menyampaikan komitmen atas kejadian ini dan perusahaan akan bertanggung jawab. Untuk jangka pendeknya, warga yang rumahnya rusak dan malam ini tidak bisa tidur di sana karena tidak layak lagi, akan dicarikan rumah kontrakan malam ini juga oleh perusahaan,” jelas Muhammad Arsyad.
Sedangkan untuk jangka panjang, Pemdes Loa Duri Ulu memberikan target waktu dua hari kepada warga terdampak untuk menginventarisasi seluruh total kerusakan dan kerugian sebelum diserahkan ke pihak perusahaan.
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satpolairud Polres Kutai Kartanegara masih melakukan penyelidikan mendalam dan olah TKP di lokasi kejadian guna mengungkap penyebab pasti putusnya tali penarik tongkang maut tersebut. Red









