News

Soroti Gestur Brigpol ART, Korban Sebut Permintaan Maaf Ajudan Pj Gubernur Kaltim Jauh dari Kata Ikhlas

Bagikan

Samarinda, Solidaritas –  Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh aksi arogansi oknum aparat yang bertugas mengawal pejabat publik. Setelah video intimidasinya viral dan menuai kecaman luas, Brigpol ART, ajudan Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, akhirnya muncul ke publik melalui sebuah rekaman video berdurasi 1 menit 20 detik untuk menyampaikan permohonan maaf terbuka.
Dalam video tersebut, anggota Brimob Polda Kaltara yang diperbantukan sebagai ajudan ini mengakui kesalahannya. Ia berdalih bahwa tindakan intimidasi yang dilakukannya murni atas inisiatif sendiri, tanpa ada perintah dari atasannya.
“Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan, serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya. Dan saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun. Sekali lagi, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya,” ujar Brigpol ART dalam rekaman video tersebut.
Namun, alih-alih meredam amarah publik, klarifikasi tersebut justru menuai reaksi negatif dari pihak korban. Permintaan maaf yang disampaikan secara formal itu dinilai jauh dari kata tulus dan ikhlas.
Tanggapan menohok datang langsung dari korban intimidasi, Sarinah Rosa, yang juga menjabat sebagai Presiden BEM FISIP Universitas Mulawarman (Unmul). Di sela-sela aksi Aliansi Masyarakat Kaltim pada Rabu (21/10/2026), Rosa menegaskan bahwa gestur dan pernyataan sang ajudan justru masih memperlihatkan arogansi khas aparat yang tidak bisa diterima oleh masyarakat sipil.
“Ini teman-teman sipil tidak menerima sikap militeristik, premanisme, atau bentuk arogansi apa pun. Kita hari ini, teman-teman sipil mengalami diskriminasi. Hanya satu kata yaitu lawan! Melawan hari ini semua ketidakadilan, melawan kriminalisasi yang semestinya tidak diterima oleh masyarakat sipil,” tegas Rosa dengan nada berapi-api.
Irjen Pol Endar Priantoro, Kapolda Kaltim, Foto : Bejo
Kegaduhan ini pun langsung memantik respons tegas dari pucuk pimpinan kepolisian di Kalimantan Timur. Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya atas perilaku indisipliner anggotanya di lapangan. Ia memastikan bahwa Brigpol ART saat ini telah ditarik dari tugasnya dan dikembalikan ke kesatuan asal untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Itu di luar ekspektasi kita. Karena kita ingin bersama-sama masyarakat, kita ingin menjaga kamtibmas. Oknum seperti itu merusak apa yang sudah kita lakukan,” ungkap Irjen Pol Endar Priantoro kecewa.
Jenderal bintang dua tersebut juga menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan media yang aktif melakukan fungsi kontrol sosial terhadap institusi Polri.
“Terima kasih teman-teman sudah melakukan pengawasan pada kita. Saya minta ke depan kalau ada anggota yang tidak baik, sampaikan kepada kita. Kita ingin semua anggota sesuai dengan harapan kita. Setidaknya sikap yang arogan seperti itu tidak boleh, kita melakukan pelayanan kepolisian,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi tamparan keras sekaligus pengingat bahwa tindakan arogan aparat penegak hukum di lapangan jelas mencederai nilai profesionalisme abdi negara yang seharusnya mengayomi, bukan mengintimidasi. Red

Bagikan

Related Posts