Kota Samarinda

Lebih dari 12 Jam Membara, Kebakaran Lahan di Pelita Samarinda Ancam Permukiman dan Pesantren

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Kebakaran lahan hebat melanda kawasan Jalan Pelita, Kecamatan Sambutan, Samarinda sejak pagi hingga menjelang tengah malam ini. Sudah lebih dari dua belas jam berlalu, namun amukan si jago merah belum juga berhasil dijinakkan. Bara api justru dilaporkan terus meluas dan kian tak terkendali.
Hingga pukul 23.00 WITA, kabut asap pekat tidak hanya menyelimuti pemukiman, tetapi juga mulai mengganggu arus lalu lintas di jalur utama yang menghubungkan Kota Samarinda menuju Anggana, Kutai Kartanegara.
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Samarinda bahkan harus berjibaku memadamkan api di tepi jalan sekitar Pelita 8 agar tidak memutus akses transportasi. Berdasarkan pantauan di lapangan, titik api menyebar di beberapa lokasi. Karakteristik lahan gambut yang kering membuat proses pemadaman menjadi sangat menantang.
Pengawas Bencana Wilayah Sambutan BPBD Kota Samarinda, Maulana, menjelaskan bahwa petugas langsung mengeksekusi titik-titik api yang mudah dijangkau. Namun, untuk kebakaran yang sudah masuk jauh ke dalam hutan, petugas terpaksa menahan diri demi keselamatan tim.
“Untuk saat ini kita masih memantau, mengingat pandangan terbatas karena asap di mana-mana. Jadi kami dari tim memutuskan bertahan sejenak sekalian pengumpulan kekuatan penuh untuk pengendalian api,” ujar Maulana saat ditemui di lokasi, sabtu  malam.
“Untuk titik api informasinya berada di kisaran 100 hingga 150 meter dari pesantren ya, dan di sana banyak santri,” tambah Maulana, menegaskan fokus pengamanan petugas saat ini.
Berawal dari Bara yang Hidup Kembali
Peristiwa mencekam ini sebenarnya bermula sejak pagi hari. Warga sekitar awalnya hanya melihat kepulan asap tipis di sekitar pemukiman mereka. Setelah diperiksa, kepulan tersebut rupanya berasal dari bara api yang kembali hidup (muntab) di lahan yang sempat terbakar sehari sebelumnya.
Petugas pemadam kebakaran sebenarnya telah bersiaga dan melakukan penyemprotan di tiap blok Perumahan Korpri Sambutan sejak pagi. Namun, kombinasi embusan angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat titik api yang sempat padam terus-menerus menyala kembali.
Api bahkan sempat merambat hingga ke bagian belakang rumah salah satu warga di RT 08. Beruntung, aksi cepat pemilik rumah yang langsung berkoordinasi dengan ketua RT dan tim pemadam berhasil mencegah api melahap bangunan utama.
Sutrisno, salah seorang warga yang rumahnya nyaris terbakar, menceritakan detik-detik menegangkan tersebut.
“Api datang lagi ke situ sampai belakang rumah saya ini. Nah, saya sirami aja sendiri untuk memblokir, sambil saya telepon Pak RT melaporkan kalau api sudah di belakang rumah. Saya minta bantuan pemadam karena di samping ini banyak rumput kering,” tutur Sutrisno.
Meski area di dekat rumahnya berhasil dipadamkan berkat aksi cepat tim gabungan, Sutrisno mengaku tetap cemas.
“Alhamdulillah padam, cuma yang kita khawatirkan itu gambutnya masih ada. Kalau tidak dituntaskan, nanti malam atau besok bisa terbakar lagi. Ini sudah kejadian kesekian kali, cuma yang ini tadi areanya agak besar yang dekat rumah saya,” keluhnya.
Hingga menjelang tengah malam, kekhawatiran warga di kawasan Sambutan masih sangat tinggi. Sifat lahan gambut yang menyimpan bara di bawah permukaan tanah menjadi ancaman tersembunyi yang sewaktu-waktu bisa memicu kobaran api baru jika tertiup angin.
Bagi masyarakat yang hendak melintasi jalur poros Samarinda menuju Anggana (Kutai Kartanegara) atau sebaliknya, diimbau untuk ekstra waspada dan mengurangi kecepatan berkendara. Jarak pandang di jalur utama tersebut terus memburuk akibat kepungan kabut asap pekat. Red

Bagikan

Related Posts