Kota Samarinda

Karhutla Samarinda Meluas dan Picu Kabut Asap Pekat, Status Tanggap Darurat Resmi Diperpanjang

Bagikan

Samarinda, Solidaritas –  Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, kian meluas hingga memicu kabut asap pekat. Mengingat situasi yang semakin genting, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana.
Kabut asap tebal saat ini mulai mengganggu jarak pandang warga serta para pengguna jalan raya. Di sisi lain, upaya pemadaman terkendala oleh keterbatasan personel dan kondisi fisik petugas yang mengalami kelelahan hebat akibat medan yang luas dan cuaca terik.
Kondisi di lapangan membuat ratusan petugas gabungan dari BPBD, Disdamkarmat, relawan, hingga masyarakat setempat kewalahan. Selain cuaca ekstrem, petugas kesulitan menemukan titik air di lokasi kejadian.
Untuk menjinakkan kobaran api yang terus melebar hingga Senin sore, petugas terpaksa menarik selang hingga puluhan meter. Mereka juga harus mengumpulkan sisa-sisa air dari parit terdekat agar proses pemadaman tetap berjalan.
Akibat didera kelelahan fisik yang luar biasa, tim gabungan kini terpaksa mengubah strategi. Petuang memprioritaskan pemadaman di area yang mendekati pemukiman warga dan jalur utama demi menyelamatkan penduduk.
Wakil Walikota Samarinda, Saeffuddin Zuhri, membenarkan situasi sulit yang dihadapi para petugas di lapangan, mulai dari wilayah Makroman hingga Jalan Pelita 8.
“Melihat informasi yang ada dari teman-teman dari Makroman, sebelahnya itu, merembet sampai ke Pelita 8 ini kan sangat jauh perjalanannya. Dan itu karena (skala kebakaran) besar, teman-teman sudah keuyuhan (capek). Insyaallah Pak Wali akan memperpanjang tanggap darurat, karena kalau melihat keadaan ini perlu diperpanjang,” kata Saeffuddin Zuhri.
Sementara itu, penyelidikan terkait pemicu maraknya titik api terus dilakukan. Di kawasan Jalan Pelita, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda menduga kuat adanya unsur kesengajaan di balik bencana kebakaran ini.
Kepala BPBD Kota Samarinda, Suwarso, menyebutkan bahwa timnya menemukan indikasi kuat adanya praktik perambahan lahan secara ilegal di lokasi kejadian. Petugas menemukan puluhan pohon berukuran besar yang sengaja ditebang dan diduga kuat siap dibakar untuk pembukaan lahan baru.
“Kita perlu teliti lebih lanjut kalau bisa menemukan apa penyebabnya. Ini kan memotong pohon besar ini ingin membakar, terdampak sebelum dibakar sudah ada api masuk, mungkin begitu,” jelas Suwarso.
Hingga saat ini, Pemkot Samarinda terus mengimbau dengan keras kepada seluruh warga agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar. Hal ini ditegaskan mengingat dampak buruk kabut asap yang kian nyata mengancam kesehatan masyarakat luas.Red

Bagikan

Related Posts