DPRD Samarinda

Dua Tahun Dicekam Kegelapan, Jembatan Achmad Amins Samarinda Segera Benderang Lagi

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Melintasi Jembatan Achmad Amins saat matahari terbenam menyisakan kecemasan tersendiri bagi warga Samarinda selama hampir dua tahun terakhir.
Sejak Januari 2025, jembatan megah yang membentang di atas Sungai Mahakam ini kehilangan kerlap-kerlip cahayanya akibat lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam total.
Di bawah selimut malam, para pengendara terpaksa memacu kendaraan mereka dengan ekstra waspada di tengah pekatnya kegelapan.
Kondisi yang rawan memicu kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas ini akhirnya mendapat titik terang. Pemerintah Kota Samarinda telah mengucurkan dana segar sebesar Rp900 juta untuk mengembalikan fungsi penerangan di jembatan yang sebelumnya dikenal sebagai Jembatan Mahkota II tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar mengatakan, perbaikan LPJU menjadi salah satu prioritas yang terus didorong bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda.

Perbaikan ditargetkan mulai dikerjakan pada Agustus 2026 setelah proses perencanaan dan pelelangan selesai. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan serta meningkatkan keamanan pengguna jalan yang selama ini harus melintasi jembatan dalam kondisi gelap pada malam hari.

“Insyaallah bulan depan sudah mulai dikerjakan perbaikan lampu jalan ini agar bisa menyala kembali,” ujarnya saat ditemui di DPRD Samarinda, Kamis (9/7/2026).

Minimnya penerangan di sepanjang jembatan lanjut Politisi Partai Gerindra, telah memicu berbagai kejadian yang tidak diinginkan, sehingga perbaikan dinilai mendesak demi menjamin keselamatan masyarakat.

Jika seluruh proses perencanaan dan pelelangan berjalan tanpa hambatan, proyek pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan pada Agustus atau paling lambat September 2026.
“Perbaikan ini merupakan kebutuhan mendesak demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat Kota Tepian,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu memastikan proyek tersebut masuk dalam program kerja tahun 2026. Saat ini, pekerjaan masih berada pada tahap perencanaan sebelum memasuki proses pelelangan.

“Jembatan Mahkota II sedang dalam proses perencanaan pelelangan. Anggarannya sekitar Rp900 juta khusus untuk lampu jalan,” katanya.

Manalu menjelaskan, pendanaan proyek bersumber dari bantuan keuangan (Bankeu) dan Pokok Pikiran (Pokir). Ia berharap proses administrasi berjalan lancar sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai pada Agustus atau paling lambat September 2026.

Bagi warga Samarinda, kepastian ini tentu menjadi kabar baik yang sangat dinantikan. Setelah sekian lama dipayungi rasa waswas saat menyeberang di malam hari, Jembatan Achmad Amins diharapkan dapat segera kembali benderang, aman, dan ramah bagi setiap pelintas jalan. Adv

Bagikan

Related Posts