Samarinda, Solidaritas – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP tahun ajaran 2026/2027 di Kota Samarinda kini memasuki babak baru pasca-pengumuman kelulusan.
Demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan transparansi, Wali Kota Samarinda memberikan instruksi khusus untuk melakukan audit menyeluruh terhadap aplikasi pendaftaran digital yang digunakan selama proses seleksi.
Langkah ini diambil bukan karena adanya temuan pelanggaran, melainkan sebagai bentuk komitmen pembenahan ke depan. Audit ini berfokus pada pengujian konsistensi sistem, akurasi perhitungan jarak otomatis, serta penguatan integritas layanan digital secara keseluruhan.
“Audit tersebut bukan untuk menyimpulkan telah terjadi pelanggaran, melainkan sebagai langkah evaluasi dan penyempurnaan tata kelola pendidikan di Kota Samarinda,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Samarinda, Firdaus Akbar, Senin (13/7/2026).
Pada tahun ini, persaingan memperebutkan bangku sekolah di Kota Tepian terbilang sangat ketat. Dari total 9.866 kursi yang tersedia di seluruh SMP Negeri, sebanyak 9.432 siswa telah dinyatakan diterima. Angka tersebut menunjukkan tingkat keterisian daya tampung sekolah yang mencapai 95,60 persen.
Data dari Tim Pengawasan SPMB mencatat bahwa jalur domisili (zonasi) masih menjadi primadona sekaligus medan persaingan paling sengit. Jalur ini menyerap kuota terbesar dengan total 6.539 siswa, atau menyumbang sekitar 69,33 persen dari keseluruhan total penerimaan murid baru.
Mengingat masih adanya sisa daya tampung di beberapa sekolah, Firdaus mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap memantau informasi resmi dari Dinas Pendidikan Samarinda.
Para orang tua diharapkan segera melengkapi dokumen yang diperlukan serta mulai mempertimbangkan sekolah-sekolah alternatif yang masih memiliki kursi kosong.
Pemerintah Kota Samarinda menegaskan bahwa perbaikan sistem ini merupakan investasi jangka panjang. Tujuannya agar pelaksanaan SPMB di tahun-tahun mendatang berjalan lebih berintegritas, transparan, dan mampu memberikan kesempatan yang adil bagi setiap anak di Samarinda untuk mengenyam pendidikan yang layak. Red









