Samarinda, Solidaritas – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Sarana TK TPA, sekretariat, ruang imam, toilet, dan tempat wudhu wanita di Masjid Al Falah, Jalan A. Wahab Syahranie RT 24, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (10/7/2026).
Pembangunan tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan Masjid Al Falah untuk meningkatkan kapasitas daya tampung jamaah yang terus bertambah, khususnya saat pelaksanaan Salat Jumat.
Andi Harun menyampaikan bahwa pengembangan masjid menjadi kebutuhan mendesak karena kondisi saat ini sudah tidak lagi mampu menampung seluruh jamaah.
“Hari ini saya diundang oleh pengurus Masjid Al Falah untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid dalam rangka penambahan kapasitas daya tampung jamaah. Seperti yang kita lihat, setiap Salat Jumat masjid ini sudah tidak mampu lagi menampung jamaah sehingga sudah saatnya dikembangkan agar daya tampungnya semakin besar,” ujarnya.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan Andi Harun untuk mengajak para dermawan dan masyarakat yang memiliki kemampuan finansial agar turut berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah tersebut.
“Mari kita berlomba-lomba membangun rumah di surga dengan memakmurkan masjid. Siapa pun yang membantu, baik dengan tenaga, pikiran, terlebih lagi materi, insyaallah Allah akan membangunkan rumah baginya di surga, sebagaimana sabda Rasulullah SAW,” katanya.
Menurutnya, fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat menunaikan ibadah salat lima waktu, tetapi juga harus menjadi pusat pembinaan umat, mulai dari pendidikan Al-Qur’an, pembinaan akhlak generasi muda, kajian keislaman, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia mengapresiasi kegiatan sosial yang turut dirangkaikan dalam acara tersebut, yakni penyaluran bantuan beras kepada warga kurang mampu. Menurutnya, langkah itu layak menjadi contoh bagi seluruh masjid di Kota Samarinda.
“Coba bayangkan jika seluruh masjid, bahkan seluruh rumah ibadah dari semua agama, bersama-sama memperhatikan warga miskin di lingkungan sekitarnya. Saya yakin tidak akan ada lagi masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. Di setiap RT ada masjid, ada gereja, ada vihara, ada pura, semuanya bisa menjadi pusat kepedulian sosial,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan sejarah lahirnya Baitul Mal pada masa awal Islam yang berperan besar dalam mengelola kesejahteraan masyarakat hingga mampu menghapus kemiskinan.
Ia berharap semangat gotong royong antara pemerintah, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk membantu warga yang membutuhkan sekaligus menghadirkan keberkahan bagi daerah.
“Semoga seluruh rumah ibadah bersama pemerintah dapat bergandengan tangan mengurus masyarakat yang membutuhkan. Selain menjadi ladang amal, kepedulian sosial juga akan mendatangkan keberkahan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang yang gemar bersedekah dan berinfak akan diberi keberkahan rezeki serta dijauhkan dari berbagai musibah,” tutupnya. Red









