Kutai Kartanegara, Solidaritas – Pemerintah Desa Loa Kulu Kota terus berupaya memperluas jangkauan pasar produk lokal melalui promosi di berbagai event, pendampingan perizinan, hingga membangun sinergi dengan beragam pihak. Upaya ini dilakukan agar produk UMKM Loa Kulu Kota tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu produk lokal yang berkembang adalah abon ikan nila. Produk ini dihasilkan oleh ibu-ibu di desa dan produksinya cukup besar, Pemerintah desa berharap bahwa produk ini dapat menjadi salah satu andalan desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Kepala Desa Loa Kulu Kota, Mohammad Rizali, menyebutkan bahwa Pemerintah Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong tumbuhnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Berbagai program pendampingan telah dilakukan, mulai dari pelatihan, fasilitasi pemasaran, hingga kerja sama dengan pihak swasta.
Salah satu upaya yang dilakukan Pemdes adalah dengan menjalin kerjasama dengan dunia usaha yang mau atau turut peduli terhadap pemberdayaan warga. Salah satunya adalah PT Multi Harapan Utama (MHU) yang memberikan bantuan berupa tenda-tenda UMKM yang dapat dimanfaatkan untuk bazar dan kegiatan pemasaran produk lokal.
“Ada bantuan dari PT Multi Harapan Utama (MHU) berupa tenda-tenda UMKM yang bisa dimanfaatkan untuk bazar dan kegiatan pemasaran produk lokal,” kata Rijali di kantornya belum lama ini.
Pada kesempatan itu Rijali juga mengungkapkan bahwa salah satu produk unggulan yang kini berkembang pesat adalah gula merah.
Saat ini ada enam pelaku UMKM penghasil gula merah di desa ini telah mengantongi sertifikat halal, sebuah pencapaian penting bagi peningkatan daya saing produk.
“Halalnya sudah keluar, sekarang tinggal membantu proses pengurusan PIRT-nya,” tambahnya.
Selain gula merah, para pelaku usaha perempuan juga tak kalah kreatif. Mereka mengolah hasil potensi lokal menjadi produk abon ikan nila. Meski pemasarannya masih terbatas di lingkungan desa, produk ini berhasil menarik minat konsumen dan menjadi kebanggaan tersendiri.
Rijali mengatakan bahwa para pelaku usaha perempuan juga menunjukkan kreativitas mereka dengan mengolah hasil potensi lokal menjadi produk abon ikan nila. Meski pemasarannya masih terbatas di lingkungan desa, produk ini berhasil menarik minat konsumen dan menjadi kebanggaan tersendiri.
Dengan adanya sertifikat halal dan rencana pengurusan PIRT, produk gula merah dan abon ikan nila dapat meningkatkan daya saingnya di pasar.
Pemerintah Desa Loa Kulu Kota berharap bahwa dukungan dan pendampingan yang diberikan dapat membantu meningkatkan perekonomian desa melalui UMKM.
Pemerintah Desa Loa Kulu Kota berkomitmen untuk terus mendukung dan mengembangkan UMKM di desa. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, diharapkan UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
Selain itu Pemerintah Desa Loa Kulu Kota juga rutin mengadakan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan bagi masyarakat. Harapannya, lahir lebih banyak pelaku usaha mandiri yang kreatif serta memiliki daya saing tinggi.
Pelatihan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka dalam mengelola usaha.
Mohammad Rizali, menekankan bahwa UMKM adalah masa depan ekonomi desa. Oleh karena itu, pemerintah desa akan terus mendukung agar mereka tumbuh dan berkembang.
Dengan dukungan yang tepat, diharapkan UMKM dapat menjadi penggerak ekonomi desa yang kuat dan berkelanjutan.
“Kami dari Pemdes Loa Kulu Kota juga membangun sinergi dan kolaborasi dengan beragam pihak untuk mendukung pengembangan UMKM,” tegasnya.
Dengan kerja sama yang baik, diharapkan produk UMKM Loa Kulu Kota dapat bersaing di pasar yang lebih luas dan meningkatkan perekonomian masyarakat. ADV/DPMD Kukar/Il










