DPMD Kabupaten Kutai Kartanegara

Penanganan Stunting Secara Holistik dan Kolaboratif, Komitmen Pemerintah Desa Loa Duri Ilir

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas- Penanganan stunting memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif yang melibatkan berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, sanitasi, dan partisipasi masyarakat. Pemerintah Desa Loa Duri Ilir menunjukkan komitmen kuat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak dengan melakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting melalui koordinasi dengan berbagai pihak dan komitmen bersama.

Pendekatan Holistik dalam Penanganan Stunting seperti meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, memiliki  kesadaran dan pengetahuan tentang stunting, memahami kualitas lingkungan dan sanitasi serta dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan penanganan stunting.

Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Pemerintah Desa Loa Duri Ilir berharap dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan masyarakat desa, serta mencegah dampak buruk stunting pada masa depan mereka.

Pemerintah Desa Loa Duri Ilir menunjukkan komitmen kuat untuk menyelamatkan masa depan anak-anak dengan melakukan upaya pencegahan dan penanganan stunting. Melalui ruang dialog dan komitmen bersama, desa ini berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut.

Hal ini diungkapkan Muhammad Husin Sekretaris Desa Loa Duri Ilir kepada Solidaritas di kantornya Selasa (16/9/2025).

Lebih lanjut Muhammad Husin mengatakan bahwa Desa Loa Duri Ilir di Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, telah aktif melaksanakan berbagai program dan kegiatan untuk mengatasi masalah stunting.

Program program yang telah dilakukan oleh Pemdes Loa Duri Ilir merupakan program inisiatif pak Kades seperti Rembuk Stunting sebagai langkah strategis dalam mendukung program nasional percepatan penurunan angka stunting secara terintegrasi.

Kepala Desa Loa Duri Ilir juga meluncurkan program anak angkat untuk menangani kasus stunting, menyusul temuan 72 anak terindikasi stunting pada tahun 2024.

Ada juga program Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) stunting yang telah berjalan sejak 2024, dan mampu memberikan bantuan kepada ratusan penerima.

“Dana desa dialokasikan untuk penanganan stunting, termasuk pembagian telur dan ayam kepada balita dan ibu hamil melalui 4 Posyandu yang ada diwilayah Loa Duri Ilir,” jelasnya.

Selain itu melalui Komunitas Peduli Masyarakat (KPM) Loa Duri Ilir Pemdes juga aktif melakukan edukasi dan sosialisasipentingnya gizi serta pola asuh kepada orang tua.

“Kami telah melakukan inovasi di bidang perternakan dengan mengembangkan peternakan ayam petelur probiotik omega 3 sebagai salah satu program unggulan yang berkaitan dengan pencegahan stunting,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Pemdes Loa Duri Ilir berharap seluruh desa semakin aktif dalam upaya pencegahan stunting, demi mewujudkan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. ADV/DPMDKukar/Bej


Bagikan

Related Posts