Kutai Kartanegara, Solidaritas – Nasi Bekepor bukan hanya sekadar hidangan biasa, melainkan warisan kuliner yang sarat dengan sejarah dan makna. Dahulu, Nasi Bekepor dinikmati oleh raja-raja dan bangsawan Kutai, kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi masyarakat Kutai Kartanegara. Kelezatan dan keunikan Nasi Bekepor terus dipertahankan dan dilestarikan sebagai identitas budaya daerah.
Kini dalam rangka Dies Natalis ke-41 Universitas Kartanegara , Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIPOL Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unikarta, menyelenggarakan Festival Nasi Bekepor ke-6, Senin (16/6/2025).
Lusi salah satu peserta Festival Nasi Bekepor mengatakan Festival ini bukanlah festival biasa apalagi mengangkat mengangkat tema makanan tradisional Kutai..
Nasi Bekepor lanjutnya merupakan salah satu kuliner khas Kutai Kartanegara yang sarat dengan sejarah dan makna. Dahulu, hidangan ini disajikan sebagai makanan keluarga raja, namun kini dapat dinikmati oleh siapa saja.
“Sejarahnya dulu nasi ini pada mulanya disajikan sebagai makanan keluarga raja, tapi sekarang nasi bekepor bisa dinikmati oleh siapa saja” Kata Lusi, salah satu peserta.
Pada kesempatan itu Lusi juga mengatakan bahwa Nasi Bekepor dimasak di atas tungku kayu bakar dan diaduk secara terus-menerus agar matang merata.
Untuk menambah kenikmatan biasanya hidangan nasi bekepor disajikan bersama berbagai lauk seperti sayuran, ikan goreng, tempe, dan sambal.
Meskipun tidak sepopuler kuliner lainnya, Nasi Bekepor tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kuliner khas Kalimantan Timur.
Hidangan ini sering disajikan dalam acara adat dan keluarga, serta menjadi daya tarik wisata kuliner.
Melalui Festival Nasi Bekepor, masyarakat dapat lebih mengenal dan mengapresiasi kekayaan budaya dan kuliner Kutai Kartanegara.
Silvi
Penulis Adalah Peserta Pelatihan Jurnalistik JMSI Kaltim









