Kutai Kartanegara,Solidaritas-Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam pengendalian penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB) dan pengembangan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB). Beberapa kampung di Kukar telah menjadi rujukan penilaian di tingkat provinsi, salah satunya Desa Mulawarman.
Kampung KB bukan entitas yang berdiri sendiri, melainkan akselerator pembangunan desa yang bertujuan memperkuat fungsi desa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Kampung KB hadir bukan untuk menggantikan fungsi desa, tetapi memperkuatnya. Justru sinerginya yang kita dorong, meningkatkan SDM yang berkualitas,” Kata Dafip Haryanto Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kukar Senin (19/5/2025).
Program KB dan Kampung KB di Kukar lanjut Dafip telah tumbuh menjadi gerakan masyarakat yang efektif dalam mengendalikan penduduk dan meningkatkan kualitas keluarga. Ketika program KB berjalan dengan baik, keluarga menjadi lebih terencana, anak-anak lebih sehat, dan ibu lebih berdaya.
Dafip menekankan bahwa pengendalian penduduk dimulai dari keluarga dan membutuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya KB. Oleh karena itu, pemerintah Kukar terus mendorong upaya-upaya ini agar penduduk di Kukar dapat stabil dan berkualitas.
“Pengendalian penduduk dimulai dari keluarga, tentunya butuh kesadaran masyarakat juga akan pentingnya KB, kami juga mendorong upaya-upaya ini agar penduduk di Kukar di angka yang stabil,” jelasnya
Saat ini Pemkab Kukar terus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk. Dengan target 3.000 peserta Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada tahun 2025 telah hampir setengah terpenuhi dengan capaian 1.400 peserta hingga Mei ini.
Dafip menjelaskan bahwa kunci dari capaian ini bukan hanya promosi, tetapi juga strategi layanan yang cerdas dan terintegrasi. Pihaknya tidak hanya menyasar pasangan usia subur (PUS) baru, tetapi juga para akseptor lama yang kontrasepsinya sudah kadaluwarsa untuk diimplan ulang. Dengan pendekatan ini, MKJP tidak hanya bertambah, tetapi juga diperbarui secara berkelanjutan.
“Dalam pertengahan tahun ini saja sudah menyentuh angka 1.400, masih ada tujuh bulan lagi dan perkiraan tembus di angka tiga ribu,” tegas Dafip
Dafip berharap bahwa kesadaran masyarakat Kukar akan pentingnya KB dapat terus meningkat, sehingga target 3.000 peserta MKJP dapat tercapai pada akhir tahun. Dengan demikian, Kukar dapat terus meningkatkan kualitas keluarga dan mengendalikan pertumbuhan penduduk secara efektif.
Dengan demikian, Kukar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas keluarga dan mengendalikan penduduk melalui program KB dan Kampung KB. Semoga upaya ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mengendalikan penduduk. ADV/Diskominfo Kukar/IL








