Samarinda, Solidaritas – Kesiapan Stadion GOR Segiri Samarinda menjadi sorotan publik menjelang digelarnya ajang sepak bola internasional, Asian Football Confederation (AFC). Menanggapi kritik masyarakat terkait kondisi fasilitas stadion, Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, angkat bicara mengenai status terkini infrastruktur tersebut.
Celni menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda saat ini belum bisa mengambil alih pengelolaan stadion secara penuh. Hal ini dikarenakan proyek pembangunan dan renovasi fisik stadion masih berada di bawah pengawasan langsung dari kementerian serta instansi terkait.
“Memang ada kritik dari masyarakat terkait kondisi stadion. Tetapi saat ini kami juga belum bisa mengambil alih sepenuhnya, karena dari kementerian dan pihak terkait masih melakukan pengawasan terhadap pembangunan itu,” ujar Celni.
Proses administrasi serah terima aset dari pemerintah pusat menjadi faktor utama yang membuat pemeliharaan atau perbaikan fasilitas belum bisa dilakukan secara menyeluruh oleh daerah.
Pemkot Samarinda kini dalam posisi menunggu penyerahan resmi agar memiliki wewenang penuh dalam melakukan peningkatan fasilitas penunjang.
DPRD Samarinda berkomitmen untuk langsung melengkapi fasilitas yang dinilai kurang setelah proses birokrasi tersebut selesai, guna memastikan stadion memenuhi standar regulasi AFC.
“Kalau nanti sudah serah terima dan memang sudah bisa dikelola daerah, tentu fasilitas lainnya akan kita lengkapi dan sesuaikan,” pungkasnya.
Saat ini Stadion Segiri Samarinda memiliki tampilan baru dengan standar FIFA, termasuk peningkatan kenyamanan penonton dengan kursi tunggal (single seat), kapasitas penonton bertambah menjadi 13.000-14.000 orang, dan sistem kelistrikan yang lebih baik serta lampu LED modern.
Selain itu, perbaikan juga mencakup 3 akses utama dan 4 akses tambahan, serta fasilitas pendukung seperti toilet yang lebih bersih dan videotron.
Meski demikian berdasarkan informasi yang terkumpul dari berbagai sumber ditemukan beberapa catatan kekurangan stadion kebanggaan masyarakat Samarinda ini jika ingin didaftarkan sebagai markas (homebase) mereka di kompetisi level Asia.
Berikut adalah rincian aspek krusial yang menjadi kekurangan utama Stadion Segiri berdasarkan evaluasi teknis terbaru:
Sistem Pencahayaan Lampu di Bawah Standar AFC Kekurangan paling fatal dan menjadi sorotan utama terletak pada tingkat pencahayaan (lux) lampu stadion.
Kondisi Saat Ini: Daya pancar lampu Stadion Segiri saat ini baru mencapai berkisar 800 hingga 900 lux, bahkan ada yang menyebut maksimal 1.200 lux.Standar AFC: Regulasi ketat pertandingan internasional Asia menuntut tingkat pencahayaan minimal 1.600 lux hingga idealnya 1.800–2.200 lux untuk kebutuhan siaran langsung televisi berkualitas High Definition (HD).
Kualitas Rumput Lapangan UtamaWalau sudah mendapat perbaikan, kualitas dan ketebalan rumput di lapangan utama dinilai masih memerlukan peningkatan (upgrading) agar sesuai dengan standar ketat aliran bola dan ketahanan lapangan yang ditetapkan AFC.
Fasilitas Ruang Ganti Pemain (Dressing Room)Tim verifikator mencatat adanya kekurangan pada area vital para pemain, khususnya di ruang ganti tim tamu (away team). Fasilitas penunjang di dalam ruangan, seperti fungsionalitas sistem pendingin udara (AC) yang optimal serta area mandi/sanitasi, dinilai belum memenuhi standar kelayakan internasional.
Fasilitas Toilet Penonton dan Area Publik Fasilitas publik, terutama toilet penonton di tribun, dinilai masih belum memadai dan perlu diperbaiki secara masif agar memberikan kenyamanan serta kebersihan yang setara dengan standar turnamen kelas dunia. Red









