Kutai Kartanegara,Solidaritas– Pemerintah Kutai Kartanegara terus melakukan pembangunan yang sudah disusun melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 yang telah menetapkan sejumlah program strategis pembangunan melalui program dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).
Melalui Program Kukar Berbudaya yang merupakan Program Dedikasi KUKAR IDAMAN, yang ditujukan untuk membangun pusat-pusat pelestarian dan pengembangan budaya Kutai Kartanegara, dengan menetapkan Tenggarong sebagai Kota Warisan Budaya, dengan menonjolkan kesan Tenggarong Sebagai Kota Sejarah dan Budaya yang Ramah dan Modern.
Kali ini pemerintah Kukar mengubah kawasan Tanjong yang dulunya permukiman padat penduduk dan kumuh sudah disulap menjadi sebuah wisata baru bernama Taman Tanjong.
Taman Tanjong resmi dibuka untuk masyarakat umum sejak 27 Maret 2025, tepat sebelum Idulfitri tiba. Taman ini digadang-gadang menjadi ikon baru di Kota Raja Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Di Taman tersebut menampilkan tujuh Prasasti Yupa, ikon sejarah Kutai khas Kalimantan Timur yang diterangi lampu dari bawahnya, menciptakan suasana estetis saat malam hari.
Selain itu, terdapat 20 denah kecamatan se-Kukar dan enam area rumput statis buatan yang nyaman digunakan sebagai tempat istirahat.
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah mengharapkan dengan dibukanya taman Tanjong bisa bermanfaat bagi masyarakat Tenggarong dan Kutai Kartanegara secara Umum.
Orang nomor satu di Kabupaten Kutai Kartaneagra ini menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan di Taman yang kini menjadi salah satu ikon baru Kota Tenggarong.
“Saya mohon dukungan semua pihak karena ini ikon baru, kita jaga bersama kebersihan dan ketertibannya,” kata Edi Damansyah kepada awak media Minggu (06/04/2025).
Bupati juga berharap dengan beroperasinya Taman Tanjong juga pemerintah juga telah menyelesaikan satu Program Usaha Kecil Idaman yang Merupakan Program yang ditujukan untuk memperkuat sektor Usaha Mikro dan Kecil,dalam meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing produk,dengan melakukan Fasilitasi Permodalan melalui lembaga Bank dan Non Bank,dan membangun Klinik UMKM di setiap Kecamatan yang ditujukan untuk menyediakan sarana bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan daya saing produk dan manajemen usaha, serta meningkatkan jumlah UMKM yang meggunakan sistem pemasaran digital (e-commerce/marketplace).
Bupati Kukar berpesan agar para pelaku UMKM dapat saling bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar agar penataan Taman Tanjung tidak hanyak berdampak terhadap perekonomian tetapi juga tetap sebagai ruang publik yang memberikan kenyamanan masyarakat.
“Terutama teman-teman yang aktif di UMKM, tolong kerja samanya. Ada zona-zona yang sudah ditetapkan untuk aktivitas UMKM demi menjaga estetika dan kenyamanan bersama di lokasi tersebut,” jelas Edi.
Bupati juga mengingatkan agar masyarakat juga menjaga faktor keamanan di kawasan itu, harapanya tidak ada kejadian yang memnbuat kawaqsan itu menjadi tidak aman dan membuat masyarakat enggan datang ketempat itu .
“Bejagur itu sudah ada ring-nya, tempatnya, jangan sembarangan,” tegasnya. Adv/ Diskominfo Kukar / Sup









