News

Edi Damansyah : Kalau bahasa dalam agama didzolimi, Tapi Kami Minta Terus Bersama dan Kompak menjaga Kukar

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas – Edi Damansyah Calon Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara pasangan nomor urut 1 pada pemilu 2024 yang telah didiskualifikasi oleh Mahkamah Konstitusi kembali bertemu dengan simpatisan dan pendukungnya di rumahnya Jalan Arwana, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong kamis (28/02/2025) .

Pada kesempatan itu Bupati Kutai Kartanegara ini mengatakan bahwa kemenangannya di Pilkada 27 November 2024 lalu adalah pilihan rakyat, yang mana rakyat Kutai Kartanegara masih mempercayakan kepemimpinan Kukar kepada pasangan calon nomor urut 1 Edi -Rendi.

“Tetapi kemenangan masyarakat Kukar digagalkan di MK RI, kalau bahasa dalam agama didzolimi, tapi kami yakin dan percaya pendukung Edi-Rendi tetap tenang, terus bersama dan kompak menjaga Kukar,” kata Edi.

Hal ini setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) keluar dan memastikan dirinya terdiskualifikasi meski jadi pemenang dalam Pilkada 2024 di Kutai Kartanegara. Namun perjuanganya tidak akan berakhir, Edi Damansyah menegaskan bahwa dirinya tetap melanjutkan perjuangan pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang akan dilaksanakan April 2025.

“Tentunya peristiwa ini adalah bagian dari perjuangan dan dukungan. Secara manusiawi memang kebatinan saya terpukul, tapi saya terus berupaya menguatkan diri karena saya harus bangkit untuk pendukung Edi-Rendi,” lanjutnya.

Melihat sejumlah pendukungnya yang menangis Orang nomor satu di pemerintahan Kukar ini mengaku terharu dan mengucapkan terima kasih kepada para pendukung dan simpatisan telah mengantarkannya mendapatkan suara mencapai 259.489 dikungan.

Edi mengaku bersyukur karena dalam putusan MK Pasangan nomor urut 1 yaitu dirinya bersama Rendy Solihin masih diperbolehkan untuk kontestasi Pilkada Kukar, masih ada hak untuk Rendi melanjutkan perjuangan pada PSU April mendatang.

“Nomor urut 1 masih diperbolehka untuk ikut kontestasi Pilkada Kukar, hanya Edi Damansyah yang didiskualifikasi karena konon katanya hitungan jabatan telah dua priode,” jelas Edi.

Kesempatan ini nantinya akan dimanfaatkan sebaik mungkin, sebagai ketua DPC PDI Perjuangan Kukar,Edi mengaku saat ini tengah membahas beberapa figur calon secara internal partai yang akan mendampingi Rendi Solihin pada pelaksanaan PSU mendatang.

“Sabar, nanti ada waktunya, masih pembahasan internal partai karena belum melihat petunjuk teknis secara tertulis dari KPU,” tegas Edi. Red

 


Bagikan

Related Posts