Kutim, Solidaritas – Kesenjangan pendidikan di Kaimantan Timur masih merupakan masalah besar yang memerlukan perhatian serius. Meskipun provinsi ini memiliki banyak sumber daya alam dan memainkan peran penting dalam ekonomi nasional, akses ke pendidikan dan pendidikan masih tidak merata di seluruh provinsi.
Dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, wilayah terpencil seperti Kutai Timur, Berau, dan Mahakam Ulu masih tertinggal jauh, menurut data yang dikumpulkan oleh Dinas Pendidikan Kalimantan Timur. Faktor-faktor seperti infrastruktur yang terbatas, kekurangan tenaga pengajar, keadaan keuangan, dan kesulitan mendapatkan akses ke institusi pendidikan adalah beberapa hambatan yang berkontribusi pada disparitas pendidikan ini.
Banyak anak-anak di daerah pedalaman harus menempuh perjalanan jauh, bahkan melintasi sungai atau hutan, untuk pergi ke sekolah. Ini berarti bahwa dibandingkan dengan daerah perkotaan, tingkat partisipasi sekolah di daerah tersebut lebih rendah. Karena kurangnya biaya perbaikan, gedung sekolah menjadi lebih buruk daripada memiliki fasilitas modern yang luar biasa.
Legislator Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur Agus Aras mengaku prihatin ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum, tetapi juga pada sarana dan prasarana yang memadai.
“Harapan kita tentu upaya ini dapat mewujudkan pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Kutai Timur dan Kaltim umumnya,” kata Agus Aras saat reses di Jalan Soekarno Hatta KM 2.5, Kutai Timur, Senin (13/1/2025).
Dalam pertemuan itu Anggota DPRD Kaltim dari Dapil Bontang, Kutim, dan Berau, H Agus Aras, memanfaatkan pertemuaan itu bertemu dengan kepala sekolah SMA-SMK se-Kabupaten Kutim dan mendengarkan semua keluhan dan kebutuhan mendesak terkait sarana dan prasarana pendidikan.
“Mayoritas yang menjadi pembahasan, masih banyaknya sarana, prasarana dan fasilitas sekolah yang memang masih dibutuhkan, khususnya untuk rehabilitasi gedung-gedung yang seharusnya memang sudah harus direhabilitasi. Kemudian penambahan ruang kelas baru, khususnya di Sangatta Utara,” kata Agus Aras kepada media melalui sambungan telpon, Rabu (15/1/2025).
Dalam pertemuan tersebut politisi dari partai Demokrat ini mengatakan bahwa mayoritas kepala sekolah menyampaikan bahwa kondisi sekolah mereka yang kurang memadai dan perlu sentuhan pembangunan.
Salah satunya adalah SMAN 2 Sangatta Utara yang harus mendapatkan perhatian serius karena gedung gedung disekolah itu mengalami kerusakan serius dan perlu segera di renovasi.
“Selain itu, infrastruktur lainnya seperti di SMAN 2 Sangatta Utara ternyata di sana gedung yang ada atapnya bocor, ketika hujan proses pembelajaran terhambat. Ini memang sudah saatnya untuk direnovasi, ada pemeliharaan karena usia bangunan sudah cukup lama. Sedangkan di Teluk Pandan belum ada sekolah SMK Negeri,” tegas Agus Aras.
Selain SMAN 2 Sangatta Utara legislator DPRD Kaltim juga mendapatkan keluhan dari Kepala SMK Negeri 1 Karangan, Muhammad Yunani yang melaporkan perlunya perbaikan atap ruang kelas yang sudah bocor selama 17 tahun, pengecoran akses jalan, dan lapangan upacara.
Begitu juga dengan Kepala SMAN 1 Karangan, Anong Dwi Santoso, yang mengajukan 12 usulan, termasuk pembangunan ruang guru, kantin sehat, serta sertifikasi lahan sekolah.
“Peningkatan infrastruktur sekolah ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi siswa dan guru,” kata Yunani.
Menanggapi banyaknya usulan yang disampaikan, Agus Aras memastikan, bahwa DPRD Kaltim akan memperjuangkan semua usulan yang disampaikan melalui kajian teknis.
“Kami berkomitmen untuk mendorong pemerintah, agar segera merealisasikan kebutuhan ini, terutama rehabilitasi bangunan tua dan pembangunan fasilitas baru,” tegasnya.
Beberapa usulan lainnya juga mencakup pembangunan asrama siswa di SMKN 1 Bengalon dan SMAN 1 Rantau Pulung, karena jarak rumah ke sekolah yang cukup jauh. Tidak hanya itu, sekolah-sekolah lain seperti SMAN 1 Kaubun dan SMKN 2 Bengalon juga mengusulkan perbaikan fasilitas, termasuk layar interaktif, mushola, dan aula. Reses ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kutim. Red









