Samarinda,Solidaritas- Usaha pencaharian terhadap M Ridho (16) akhirnya membuahkan hasil, pelajar yang tenggelam di Sungai Karang Mumus ini ditemukan meninggal dunia setelah mengapung pada pukul 15.10 wita , 300 meter dari lokasi awal korban dikabarkan tenggelam.
“Ditemukan sejauh 300 meter dari titik awal tenggelam saat tim melakukan penyisiran sungai dalam kondisi meninggal dunia. Jasadnya langsung dievakusi ke posko pencarian, dibawa ke kamar jenazah RSUD AWS menggunakan ambulans PMI,” kata Riqi Effendi Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda usai membubarkan tim gabungan yang berhasil menemukan korban senin sore.
Pencarian terhadap M Ridho lanjut Riqi resmi ditutup, setelah remaja berusia 16 tahun yang tenggelam di Sungai Karang Mumus (SKM) Gang Tanjung, Jalan Agus Salim Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota Minggu (4/8/2024) kemarin sekitar pukul 11.30 WITA di temukan.
Saat ditemukan kondisi jasad Ridho masih utuh, dalam keadaan baik karena baru 29 jam berada di dalam air. “Saat ditemukan kondisi masih cukup baik, tidak terlalu bengkak seperti biasa terjadi pada orang tenggelam yang memang beberapa hari baru ditemukan,” jelas Riqi lagi.
Ridho diketahui tenggelam saat turun ke sungai padahal remaja tersebut menurut temannya tak bisa berenang. Saat itu Ridho mengajak temannya Galih berenang menuju perahu pasir yang berada tepat diseberang sungai.
“Galih tahu Ridho tidak bisa berenang, makanya diikutin dari belakang,” kata Herry seorang warga setempat yang melihat sebelum peristiwa itu berlangsung. “Saat berenang ditengah Ridho tenggelam langsung ditolongin temannya itu,” sambungnya.
Hanya saja diduga Galih tak kuat menarik temannya itu sehingga membuatnya justru ikut tenggelam sementara satu temannya lagi bernama Farid ikut menolong sehingga Galih selamat namun Ridho terlepas dari genggaman Galih dan tenggelam.
Usai ditemukan tewas jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit umum AW Syahranie untuk dilakukan pemeriksaan, sebelum kemudian jenazahnya dibawa ke rumah orang tua korban. Bejo









