Kota Samarinda

Tanaman Warga Lubuk Sawah Rusak Akibat Banjir Bandang

Bagikan

Samarinda, Banjir bandang yang terjadi sabtu (16/12/2023) lalu menyebabkan tanaman warga di desa lubuk sawah mengalami kerusakan, sementara itu sekitar 300 rumah warga terendam air setinggi 50 – 80 cm.

Padahal tanaman sawi, kangkung dan beberapa tanaman lainnya menjadi rusak sebelum para warga memanennya.

Tidak hanya tanaman warga, kekhawatiran juga dirasakan para peternak sapi yang saat kejadian kandang kandang sapi milik kelompok tani Damarwulan ikut terendam setinggi 60-70 cm.

Air bercampur lumpur yang menggenangi kandang dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan sapi sapi milik warga .

Supri peternak sapi Damar Wulan Lubuk Sawah mengatakan saat terjadi banjir sabtu lalu sapi sapi di kandang pada mengamuk, beruntung ikatan tali semuanya kuat, namun kekhawatiran muncul sapi sapi ini meminum air terlalu banyak.

“Arusnya sangat deras airnya setinggi 60-70 cm , beruntung tidak ada sapi yang lepas, Cuma mereka mengamuk, takutnya sapi sapi itu meminum air yang bercampur lumpur batu bara dan bisa menganggu kesehatan mereka,” kata Supri.

“Untuk saat ini belum ada gangguan kesehatan, namun ia berharap ada dokter hewan yang bisa datang ke kandang

kita untuk memeriksa sapi sapi ini nantinya,” jelas Supri.

Sementara itu Gunarto ketua Rt 19 desa Lubuk Sawah,  Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang mengatakan bahwa banjir bandang yang terjadi pada sabtu malam akibat curah hujan yang cukup tinggi, selain itu luapan air juga diakibatkan terjadinya pendangkalan di waduk penampungan air milik perumahan Lavender Talang Sari yang juga digunakan perusahaan batu bara PT EGI untuk menampung air buangan dari dalam tambang.

Supri terus mengawasi perkembangan sapi sapi dikandangnya (Foto: Bejo)

“Sebelumnya gak pernah terjadi, pokoknya disini itu kalau ada aktifitas tambang itu pasti imbasnya kepada masyarakat,” kata Gunarto.

“Dari itu kami minta kepada Pemkot Samarinda untuk bertindak tegas terhadap tambang PT EGI, karena sudah dua kali selama beroperasi di tahun 2023 menyebabkan banji bandang,” jelas Gunarto.

Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Samarinda memastikan bahwa perusahaan batu bara yang berada disekitar desa Lubuk Sawah tidak memiliki waduk penampungan air sehingga air langsung meluber dan diduga sebagai penyebab jebolnya tanggul penampungan air milik perumahan Lavender Talang Sari.

Suwarso kepala BPBD kota Samarinda mengaku pihaknya telah melakukan peninjauaan dilokasi kejadian dan membenarkan adanya tanggul yang jebol akibat curah hujan yang tinggi.

Suwarso mengatakan bahwa jebolnya tanggul itu karena adanya tambahan air dari perumahan lavender taman sari, dan aktivitas pertambangan.

“Harus bertanggung jawab dari pihak tambang harus membuat sendimen pon atau folder dari sisi atasnya, alternatif kedua dia membuat aliran sendiri jangan menumpang difolder itu,  supaya tidak membebani folder yang ada,” Kata Suwarso.

“Sudah berapa lama perusahaan menggunakan waduk warga ini kami belum tahu, namun jika melihat terjadinya pendangkalan lumpur di waduk perumahan itu tentunya sudah lama , dan kami terus dalami persoalan ini ,” jelas Suwarso,

Sementara itu berdasarkan pantauan, sendimentasi di tanggul ini telah membuat lubang pembuangan air yang harusnya berada diatas menjadi didasar waduk, hal inilah yang diduga menjadi penyebab runtuhnya didinding waduh. (Bejo)


Bagikan

Related Posts