Samarinda, Solidaritas – Wajah ekonomi Kota Samarinda diprediksi akan segera bergeser ke arah yang lebih modern dan strategis. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, Kota Tepian kini tengah menyiapkan “mesin baru” penggerak kesejahteraan melalui kehadiran Pelabuhan Multipurpose di Kecamatan Palaran.
Proyek ambisius ini bukan sekadar fasilitas sandar kapal biasa. Dirancang dengan konsep serba guna, pelabuhan ini akan melayani berbagai jenis komoditas—mulai dari peti kemas, kargo curah, barang umum, kendaraan, hingga arus penumpang. Visi besarnya jelas: mengukuhkan Samarinda sebagai simpul logistik utama di Kalimantan Timur (Kaltim).
“Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan swasta, proyek ini diyakini tidak hanya akan membawa manfaat bagi Kota Samarinda, tetapi juga bagi Kaltim dan bahkan berkontribusi pada rantai logistik nasional hingga global,” ujar Andi Harun dengan nada optimistis saat memimpin rapat Pembahasan Rencana Titik Lokasi Terminal Multipurpose di Ruang Rapat Walikota, Selasa (27/1/2026).
Rencana besar ini rupanya mendapat sambutan hangat dari sektor swasta. Andi Harun mengungkapkan bahwa salah satu raksasa logistik, PT Samudera Indonesia, telah menyatakan kesiapannya untuk membangun. Namun, ia menekankan bahwa segala sesuatunya harus dipastikan clear and clean dari sisi regulasi maupun teknis lahan.
Sadar akan potensi kepadatan di masa depan, Wali Kota juga memberikan instruksi tegas kepada jajaran kecamatan dan kelurahan agar tidak hanya bergantung pada satu akses jalan menuju lokasi pelabuhan.
“Pemerintah tidak boleh bergantung pada satu rencana saja. Harus selalu ada alternatif jalan. Selain itu, pemerintah harus tetap patuh pada aturan hukum, terutama jika terjadi fluktuasi harga atau kendala teknis di lapangan,” tegasnya.
Bagi masyarakat lokal, proyek ini adalah angin segar bagi ketersediaan lapangan kerja. Kehadiran infrastruktur transportasi berskala besar ini dipastikan memicu efek domino (multiplier effect), menyerap tenaga kerja mulai dari fase konstruksi hingga operasional pelabuhan dan industri pendukungnya kelak.
Lebih jauh, pelabuhan ini diproyeksikan mampu memangkas biaya logistik yang selama ini menjadi tantangan. Dengan arus barang domestik maupun ekspor-impor yang lebih lancar, posisi Samarinda dalam peta perdagangan internasional dipastikan akan semakin kuat.
Pemilihan Palaran sebagai lokasi proyek merupakan langkah strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Kawasan ini diharapkan bertransformasi menjadi “kota baru” yang menghidupkan sektor pergudangan, industri perikanan, hingga bisnis jasa di wilayah sekitarnya.
Selain menghidupkan ekonomi warga, proyek ini menjadi tumpuan penguatan fiskal daerah. Berkaca pada kesuksesan Terminal Peti Kemas Palaran sebelumnya yang berkontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), kehadiran pelabuhan baru ini diharapkan semakin memperkokoh fondasi keuangan Pemerintah Kota Samarinda.
Dengan konektivitas yang kian terintegrasi, Samarinda kini bersiap tidak lagi hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama dalam distribusi logistik nasional maupun global di masa depan. (Red)









