Kab. Kutai Kartanegara

Potensi Wisata dan Sejarah di Loa Kulu Dikembangkan untuk Meningkatkan Ekonomi Desa

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas – Kecamatan Loa Kulu memang menjadi kawasan budaya dan pariwisata karena upaya pengembangannya, yang mencakup destinasi wisata alam seperti Puncak dan Embung Sumber Sari, situs sejarah penting seperti Tugu Pembantaian Jepang, serta pelestarian tradisi lokal seperti Sedekah Bumi.

Pemerintah daerah, melalui Camat Loa Kulu Ardiansyah, menyoroti pentingnya pengembangan ini sebagai motor penggerak ekonomi lokal dan strategi memperkuat identitas daerah, didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara serta kolaborasi dengan dinas terkait.

Lebih lanjut Ardiansyah mengatakan bahwa Kecamatan Loa Kulu memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan budaya dan pariwisata yang menarik karena Kecamatan Loa Kulu memiliki kekayaan budaya yang beragam, dengan tradisi dan kearifan lokal yang unik.

Selain itu beberapa desa yang ada di Loa Kulu memiliki sejarah panjang perkembangan kawasan ini dan ini terbukti dengan berbagai peninggalan sejarah.

“Kecamatan Loa Kulu bisa dikatakan sebagai pusat sejarah karena Kecamatan ini memiliki situs-situs sejarah yang penting, seperti Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber, yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan, serta bangunan bangunan peninggalan masa penjajahan,” kata Ardiansyah sabtu (18/7/2025).

Selain Situs peninggalan para pejuang Kecamatan Loa Kulu juga memiliki satu desa budaya  di mana di kawasan itu terdapat beberapa makam peninggalan kerajaan yang pernah ada di Kabupaten Kutai salah satunya adalah desa Jembayan Tengah.

Desa Jembayan Tengah yang telah ditetapkan sebagai desa budaya juga terus didampingi agar tradisi dan kearifan lokal tetap hidup di tengah modernisasi.

“Kami terus mendorong desa-desa untuk aktif menggali potensi wisata dan sejarah yang ada. Kalau dikelola dengan baik, desa bisa mandiri dan ekonomi masyarakat pun ikut tumbuh,” jelas Ardiansyah.

Sementara itu disektor pariwisata lanjut Ardiansyah Loa Kulu memiliki pesona alam yang luar biasa baik itu yang ada di pegunungan maupun yang ada di lembah yang memang sudah sangat dikenal oleh masyarakat seperti keindahan alam yang mempesona, dengan kawasan embung dan puncak di Desa Sumber Sari yang menjadi destinasi wisata populer.

Banyaknya potensi yang bisa digarap di Loa Kulu untuk menjadikan kawasan ini menjadi kawasan Budaya dan Pariwisata Ardiansyah berharap bahwa pengembangan kawasan wisata ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Saat ini  pihak Kecamatan aktif mendorong peningkatan kapasitas SDM desa agar pengelolaan pariwisata dilakukan secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan.

“Salah satu contoh adalah Tugu Pembantaian di Desa Loh Sumber, yang telah mendapat perhatian melalui perbaikan akses jalan lewat program semenisasi,” jelasnya.

Semenisasi dilakukan karena di tugu pembantaiaan tersebut akan dilakukan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan.

“Nilai-nilai sejarah seperti ini harus dijaga dan diwariskan. Kami mendorong desa untuk aktif merawat dan memanfaatkan situs sejarah sebagai bagian dari penguatan identitas lokal,” tambahnya.

Untuk menyukseskan program pengembangan wisata dan budaya, Ardiansyah memastikan pemerintah kecamatan Loa Kulu terus memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Pendidikan Kukar.

“Tentunya koordinasi kita lakukan juga dengan pemerintah desa, terutama dalam pengalokasian dana desa untuk mendukung kegiatan budaya, wisata, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Untuk pengembangan wisata lanjut Ardiansyah pemerintah kecamatan dan desa-desa di Loa Kulu telah melakukan upaya pengembangan wisata, termasuk peningkatan infrastruktur dan promosi.

Sehingga kedepanya desa desa di Kecamatan Loa Kulu bisa berkembang khususnya dalam menggali potensi Ekonomi dengan pengembangan wisata dan budaya melalui penjualan kerajinan, makanan khas, dan jasa wisata.

Dengan demikian, Kecamatan Loa Kulu memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan budaya dan pariwisata yang menarik, tidak hanya bagi wisatawan lokal tetapi juga internasional. ADV/Diskominfo Kukar/ IL


Bagikan

Related Posts