Kutai Kartanegara,Solidaritas – Guna meningkatkan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kecamatan Muara Muntai, pemerintah Kecamatan Muara Muntai bersama desa Muara Muntai Ilir menyelenggarakan festival Jajak Bahari , selain meningkatkan produktifitas UMKM dalam memproduksi jajan namun juga bisa dijadikan ajang promosi jajan lokal yang dikenal unik dan memiliki cita rasa.
Kepala Desa Muara Muntai Ilir, Arifadin Nur menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya perdana Pemerintah Desa untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi Z.
“Festival ini untuk pameran jajak-jajak dulu khas sini yang dulu dijual orang-orang. Yang mau kita tampilkan lagi agar generasi muda tahu bahwa jajak Bahari itu ada berbagai macam,” ujar Arifadin saat ditemui di kantornya jumat (08/082025).
lebih lanjut Arifadin mengatakan bahwa festival jajan ini bertujuan untuk meningkatkan Penjualan produk para pelaku UMKM di Kecamatan Muara Muntai , hal ini juga sebagai tempat untuk para pelaku UMKM untuk memamerkan dan menjual produk mereka, sehingga meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Selain itu festival juga memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan visibilitas produk mereka, sehingga meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat.
Utamanya adalah memberikan kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam mengembangkan produk dan memasarkannya.
“Yang pasti adalah memberi kesempatan kepada para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam mengembangkan produk dan memasarkannya,” jelas Arifadin.
Festival Jajak Bahari akan digelar di Desa Muara Muntai Ilir, Kecamatan Muara Muntai, pada 12-15 Agustus 2025.
“Kegiatan ini merupakan upaya Pemcam Muara Muntai dan Pemdes Muara Muntai Ilir untuk mengenalkan dan melestarikan kue-kue tradisional khas daerah hulu Kutai Kartanegara yang mulai langka dan kurang dikenal oleh generasi muda.
Dalam kegiatan ini dilaksanakan pameran jajak bahari (kue tradisional) dengan 2-3 jenis kue di setiap stan, dilengkapi dengan informasi bahan pembuatannya. juga ada penampilan produk UMKM lokal seperti aneka kerupuk dan olahan pangan lainnya.
“Kegiatan ditutup dengan beseprah yakni tradisi makan bersama masyarakat yang menjadi ciri khas budaya lokal,” lanjut Arifadin.
Kegiatan ini dilaksanakan di jalan utama RT 4 dan RT 5, Desa Muara Muntai Ilir sehingga demi kelancaran pelaksanaan festival maka jalan akan ditutup sementara selama kegiatan berlangsung.
Festival ini merupakan festival kampung yang pelaksanaanya melibatkan masyarakat, PKK desa, dan Karang Taruna.
“Festival ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan di desa Muara Muntai Ilir, kedepan jika acara ini sukses maka festival jajak bahari akan menjadi agenda tahunan ,” tegas Arifadin.
Beberapa contoh kue tradisional yang akan ditampilkan dalam festival ini adalah kue Serabai, Putu Labu, Torak, Lawak. Festival ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menampilkan dan memperkenalkan produk-produk lokal, serta melestarikan budaya dan tradisi masyarakat Muara Muntai Ilir. ADV/Diskominfo/Sur









