Kab. Kutai Kartanegara

Panen Jagung dan Ikan lele Bupati Kukar Ingatkan Pentingnya Petani

Bagikan

Kutai Kartanegara,Solidaritas – Petani sangat penting karena mereka adalah penghasil utama makanan bagi masyarakat. Mereka bertanggung jawab untuk menanam, merawat, dan memanen hasil pertanian yang menjadi sumber pangan utama. Tanpa kerja keras petani, masyarakat akan kesulitan memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Pertanian merupakan penyedia utama makanan bagi manusia. Dari padi, jagung, sayuran, hingga buah-buahan, hasil pertanian adalah bagian integral dari pola makan sehari-hari. Ekonomi: Sektor pertanian menyerap banyak tenaga kerja, terutama di negara berkembang.

Hal ini diungkapkan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah usai melakukan panen ikan lele dan patin kemudian dilanjutkan dengan panen jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Tri Rukun yang berlokasi di RT 19 Jalan Barong Tongkok, Gang Kenanga, Kelurahan Maluhu. Rabu (23/4/2025).

Edi Damansyah memberikan apresiasi yang cukup besar kepadapara petani yang ada di Maluhu yang telah memberikan kontribusi yang cukup besar bagi Kutai Kartanegara dan Kalimantan Timur.

“Untuk diketahui bahwa para petani di Kutai Kartanegara telah memberikan kontribusi 40 persen kebutuhan pangan di Kalimantan Timur, dan ini tentunya sudah sesuai dengan visi misi Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri) yang telah ditetapkan pada  RPJMD 2021-2026 ,” kata Edi Damansyah.

Lebih lanjut Edi mengatakan bahwa program dedikasi Kukar IDaman telah menjabarkan pola pertanian seperti Program Pembanguan Pertanian Berbasis Kawasan yang Merupakan Program yang ditujukan untuk menjamin kelangsungan proses transformasi ekonomi Kukar, dengan menetapkan kawasan-kawasan strategis pertanian (dalam arti luas) secara terintegrasi, mulai dari kepastian ketersediaan lahan, pengairan, penyiapan petani unggul hingga sarana danprasarana dan infratsruktur wilayah(jalan dan angkutan umum).

Bupati Kukar Edi Damansyah Panen Jagung di Maluhu , Foto: Bejo

Selain itu lanjut Edi pemerintah juga membangun Program Hilirisasi Produk Pertanian yang bertujuan untuk memperkuat sektor pertanian, dengan mendorong sektor hilir sebagai pengungkit nilai tambah hasil pertanian Kukar. Dengan kegiatan strategis membangun Sentra Indutsri Kecil Menangah (IKM) terhadap komoditi unggulan Kukar (Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan). Dengan kegiatan prioritas membangun 3 Sentra IKM di wilayah Kutai Kartanegara.

“Tadi kami panen sudah bagus hasilnya. Lanjut panen jagung kebun milik Poktan Tri Rukun, jagung manis yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Edi Damansyah.

Edi Damansyah menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya sinergi antara kelompok tani, pemerintah, serta semua pihak terkait agar pelaksanaan program ketahanan pangan di Kukar dapat berjalan dengan optimal.

“Jagung Hibrida salah satu komoditas yang perlu dikembangkan dalam program ketahanan pangan. Kami bersyukur program ini telah berjalan telah berjalan dengan baik selama 4 tahun terakhir sebagai bagian dari RPJMD 2021-2026,” jelasnya.

Semoga panen ini menjadi contoh kolaborasi yang baik antara Pemerintah, dunia usaha, dan petani lanjut Edi, dan harapanya  para petani semakin giat menanam agar hasilnya bisa terus berkembang. Panen jagung hibrida di Desa Maluhu  menjadi bukti nyata bahwa sinergi berbagai pihak, dapat meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung ketahanan pangan di Kukar,”

Selain jagung, kolam-kolam budidaya lele juga menjadi daya tarik tersendiri dalam kunjungan tersebut.

Budidaya ikan air tawar ini dinilai sebagai alternatif ekonomi yang potensial, apalagi jika dikelola secara kelompok dengan manajemen yang baik. Kegiatan ini turut mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah serta aparat keamanan seperti Kodim dan Polres.

Edi menyebut bahwa sinergi antara petani, pemerintah, dan instansi vertikal menjadi kunci sukses budidaya ini.

Pada kesempatan itu Edi  meminta kepada petani, khususnya yang berada di Kelurahan Maluhu untuk meningkatkan dan mengubah budaya kerja. Yakni langsung menanam pasca panen, sebagai upaya optimalisasi dan peningkatan produktivitas petani.

Pemerintah secara bertahap melengkapi semua infrastruktur penunjang pertanian. Ketika sudah dilengkapi infrastrukturnya, maka diperlukan pola manajemen yang baik.

“Agar dirubah pola manajemen tanamnya, memang saat ini budayanya itu setelah panen ada jeda waktu. Dengan manajemen baru ini, sudah panen langsung dipersiapkan masa tanam selanjutnya,” lanjutnya.

Dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Kukar, Pemkab Kukar terus bersinergi bersama Polres Kukar dan Kodim 0906/Kukar. Ini dilakukan untuk memastikan program pangan secara nasional terhubung dengan program Pemkab Kukar. Seperti menyalurkan pupuk, alat mesin pertanian (alsintan) dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ini tujuannya untuk meningkatkan produktivitas petani di Kukar. Dengan penguatan dari kodim dan polres kita sinergi bersama,” Jelasnya. ADV/Diskominfo Kukar/IL

 

 


Bagikan

Related Posts