Kab. Kutai Kartanegara

Latih Kemandirian, Pelajar Rapak Lambur Kukar Gunakan Bus Sekolah

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas– Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui RPJMD 2021-2026 telah menetapkan program strategis pembangunan daerah yang terdiri dari 23 Program Dedikasi Kukar Idaman (Kutai Kartanegara Inovatif, Berdaya Saing dan Mandiri).

Salah satunya adalah terus memberian pelayanan kepada masyarakat, khususnya di bidang Pendidikan, selain memberikan Bea Siswa Kukar Idaman, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga memberikan pelayanan Bus Sekolah khususnya didaerah daerah yang belum meratanya fasilitas sarana dan prasaranan pendidikan.

Salah satunya di Desa Rapak Lambur di Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), desa yang terletak di pinggir Kecamatan Tenggarong ini mendapatkan bus sekolah agar mempermudah anak-anak dalam menempuh pendidikan khususnya menuju Kecamatan Tenggarong.

Ramizo Kasi Pemerintahan Desa Rapak Lambur

“Desa Rapak Lambur mendapatkan bantuan satu unit bus sekolah, dan operasional harianya dikelola oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar,” kata M Yusuf didampingi Ramizo kasi Pemerintahan Desa Rapak Lambur kepada Solidaritas di kantornya rabu (07/03/2025).

Bantuan ini diterima setelah Pemerintah Desa Rapak Lambur mengusulkan adanya bus sekolah dikarenakan banyak anak-anak di desa tersebut yang sekolah di Kecamatan Tenggarong. Sehingga timbul kekhawatiran terhadap anak-anak yang masih di bawah umur ini saat membawa kendaraan sendiri.

Keberadaan bus sekolah juga menjamin kenyamanan dan keselamatan, serta dapat berinteraksi dan bersosialisasi antar teman serta melatih kemandirian siswa.

“Naik bus sekolah memiliki banyak keuntungan dibanding mengendarai sepeda motor, selain itu ada juga khawatirkan, orang tua jika terjadi kecelakaan, karena bisa saja mereka memacu kendaraannya dengan laju/kencang,” jelas Ramizo.

Keberadaan bus sekolah ini sangat disyukuri olej warga Rapak Lembur karena sudah lama warga menunggu, dan saat ini digunakan para pelajar SMP dan SMA untuk menuju ke sekolahnya yang berada di Kota Tenggarong.

“Keberadaan bus sekolah ini mengenalkan kepada generasi penerus bangsa sejak usia dini tentang kendaraan umum agar mereka juga ikut mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi ketika mereka dewasa. Hal ini dapat mengurangi kemacetan lalu lintas dan emisi polutan,” tambah Ramizo.

Selain itu, siswa yang menggunakan angkutan umum atau angkutan publik secara tidak langsung dilatih kemandiriannya. Sebab, menggunakan transportasi umum memerlukan keterampilan tertentu seperti, membaca jadwal, mengetahui rute dan interaksi sosial dengan penumpang lain.

Dia juga menjelaskan, siswa yang menggunakan transportasi umum belajar hemat biaya karena lebih ekonomis dibandingkan mengoperasikan kendaraan pribadi mempertimbangkan biaya bahan bakar, perawatan dan parkir mengajarkan hemat biaya.

“Selain itu, naik transportasi umum seringkali lebih aman daripada mengemudi sendiri, terutama untuk remaja yang baru belajar mengemudi,” Tegas Ramizo. ADV/Diskominfo Kukar/Sr


Bagikan

Related Posts