News

Upaya Pemprov Kaltim Halau Karhutla Lewat Modifikasi Cuaca

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Langit Kalimantan Timur kini tengah menjadi medan perjuangan untuk menghalau kabut asap dan kekeringan. Menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat untuk menekan angka Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), sekaligus mengatasi ancaman kekeringan yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Bumi Etam.
Berpusat di Bandara APT Pranoto Samarinda, operasi udara ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari berturut-turut, mulai dari tanggal 15 hingga 19 September 2026.
Dalam operasi kemanusiaan dan lingkungan ini, satu unit pesawat jenis Cessna Caravan 208B dikerahkan untuk membelah langit Kaltim. Pesawat tersebut membawa misi penting, menyemai puluhan ton garam atau Natrium Klorida (NaCl) yang didatangkan langsung dari Balikpapan ke dalam tangki-tangki awan potensial.
Secara total, BNPB telah menyiagakan sekitar 3 ton garam sebagai bahan baku penyemaian (cloud seeding).
Namun, memicu hujan buatan bukanlah perkara mudah. Keberhasilannya sangat bergantung pada faktor alam yang dinamis.
Koordinator Lapangan (Korlap) OMC BNPB Kaltim sekaligus Operator dari PT Milan Pillery Bersatu, Abdul Arsyad Herdiyasag, mengungkapkan bahwa pergerakan awan potensial menjadi kunci utama.
“Untuk pengoperasiannya nanti kita menunggu potensi apakah ada awan yang dapat dioptimalkan untuk jadi hujan. Di sini kita menunggu rekomendasi dari BMKG serta data satelit untuk dasar kira-kira ada awan hujan yang dapat dioptimalkan untuk kegiatan OMC ini,” ujar Abdul Arsyad.
Hingga saat ini, operasi udara telah memasuki hari ketiga. Tim di lapangan terus bergerak cepat memanfaatkan momentum kumpulan awan yang melintas di atas langit kabupaten/kota di Kaltim.
Kepala Pelaksana BPBD Kalimantan Timur, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan bahwa penyemaian awan dilakukan secara bertahap dan berpindah-pindah mengikuti peta kerawanan wilayah.
“Ini hari ketiga kita sudah melakukan. Area Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) sudah kemarin. Lalu Kutai Timur (Kutim), dan ini mungkin jadwalnya bergeser ke Kutai Barat (Kubar). Tapi nanti bisa dilihat lagi (perkembangan kondisinya),” jelas Buyung Dodi Gunawan saat memantau progres operasi.
Melalui ikhtiar teknologi OMC ini, Pemprov Kaltim berharap rintik hujan bisa segera turun secara merata demi meredam dampak kekeringan ekstrem. Selain mempercepat penanganan titik-titik api Karhutla, turunnya hujan juga diharapkan mampu meluruhkan kabut asap, sehingga masyarakat Kaltim bisa kembali menghirup udara yang bersih dan sehat. Red

Bagikan

Related Posts