Catatan Rizal Effendi
KORAN Balikpapan Pos merayakan hari ulang tahunnya ke-25. Acaranya digelar di Rhodium Room, Platinum Hotel Balikpapan, Selasa (1/9) kemarin. Ada pemotongan tumpeng yang dilakukan sang direktur, Ajid Kurniawan didampingi tim manajemen lainnya.
Wajah mereka tampak bahagia. Itu pertanda Balpos masih tetap eksis meski berada di era media digital yang begitu masif. Ajid sekarang menjadi pemimpin media yang prospektif. Dia cukup berpengalaman dan bahkan sekarang didaulat menjadi Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim.
Unik juga latar belakang pendidikan Ajid. Dia sarjana kehutanan, tapi mengambil S2 di jurusan energi terbarukan. Lulusnya cumlaude lagi. Dalam mengelola Balpos, dia diperkuat Suyono dan M Faisyal sebagai pemred dan wakil serta Eddy Adha menjadi manajer bisnis. Sang pemred, Suyono tak kalah uniknya. Sebab, dia juga menjadi ketua RT.
Saya hadir bersama Plt Rektor Universitas Mulia (UM) Dr Agung Sakti Pribadi. Kita sama-sama “alumni” wartawan Kaltim Post. Kebetulan Balikpapan Pos yang akrab disebut Balpos adalah “anak kandung” dari Kaltim Post. Bahkan alamatnya satu rumah, di Gedung Biru, Jl Soekarno Hatta, Km 3,5, Balikpapan Utara.
Kaltim Pos Group banyak punya media. Ada Samarinda Pos, Berau Post, Bontang Post, Radar Kaltim, Radar Tarakan, Kaltara Post, Radar Banjarmasin, Radar Sampit dan Radar Sulteng. Juga punya Balikpapan TV (BTV), Radio KPFM Samarinda serta media online. Semua itu di bawah sang komando, Ivan Firdaus, yang ditunjuk Jawa Pos Group sebagai CEO.
Ketika Balpos lahir saya masih menjadi pemimpin di Kaltim Pos. Awalnya Balpos bernama Jaya Pos, lalu berubah menjadi Radar Kaltim. Belakangan dilebur jadi Post Metro Balikpapan sampai akhirnya mapan dengan nama Balikpapan Pos.
Saat saya menjadi Wali Kota Balikpapan, saya sering terlibat program Balpos di bulan ramadan, yaitu membagi bingkisan kepada kaum pakir miskin atau dhuafa. Namanya Paket Ceria Ramadan (PCR). Balpos menggalang PCR dengan berbagai mitranya, lalu dibagi ke berbagai pelosok di Kota Balikpapan.
Tentu penerimanya bahagia sekali. Banyak sekali RT yang minta kebagian program PCR. Selain dapat paket sembako dan kue, ada juga amplop THR-nya. Pemkot sampai lurah ikut terlibat. Juga beberapa perusahaan dan berbagai lembaga yang menjadi mitra Balpos.
Saya sendiri memanfaatkan PCR untuk melihat berbagai kondisi di masyarakat. Saya bisa masuk ke pelosok-pelosok. Jadi tahu kondisi jalan dan lingkungan serta ekonomi masyarakat. Malah ada daerah yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki. Pengalaman dari PCR sering saya jadikan program dalam penyusunan APBD agar lebih menyentuh kebutuhan masyarakat bawah.

Tak terasa PCR sudah berlangsung 20 tahun. Hebat. Selain PCR, Balpos juga banyak membuat program yang mendukung Pemkot dan memotivasi masyarakat. Mulai program Sabtu Senam, Sepeda Sehat, Jalan Sehat, pemilihan Ketua RT, Lurah sampai Camat Favorit. Juga Lingkungan Bersih.
Ada juga program Journalist Goes To School (JGTS) yang berisi pelatihan jurnalistik sekolah, edukasi media digital sampai kunjungan ke sekolah Adiwiyata. Atas program itu saya sebagai wali kota memberikan penghargaan Media Peduli Pendidikan kepada Balpos.
Balpos tadinya didirikan sebagai korannya orang Balikpapan. Meski di sini juga beredar sang induk, Kaltim Post. Tapi belakangan ruang jelajah Balpos berkembang sampai ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kabupaten Paser. Hebatnya orang PPU dan Paser tetap mau membaca, meski namanya Balikpapan Pos.
Saya kemarin sempat beli koran Balpos dan Kaltim Post di depan SPBU Batu Ampar. Harganya sama Rp5.000 per eksemplar. Saya kaget di SPBU itu orang masih antri beli Pertalite, padahal terhitung 1 September Pemkot sudah melakukan pengaturan agar tak antri lagi.
MELAMPAUI KABAR
Tema HUT Balpos sangat menarik. “Melampaui Kabar.” Menurut penjelasan Ajid, tema tersebut dipilih karena Balpos tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai informasi saja.
Media ini, ujarnya, berkembang menjadi mitra strategis berbagai pihak dalam membangun komunikasi publik. Balpos kini tidak hanya meproduksi berita, tetapi juga merancang kampanye komunikasi, mengelola konten multi platform, memproduksi video kreatif, podcast, hingga mendukung promosi berbagai program pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan organisasi masyarakat.
Berkaitan ultahnya, Balpos memberikan apresasi dan penghargaan kepada sejumlah mitra dan tokoh. Owner Platinum, Pak Charles menerima 2 penghargaan, yang diterima Soegianto, Direktur Operasional Platinum. Lalu PT KRN, Pertamina Patra Niaga, PLN, BRI dan BTN. Ada juga diberikan ke Rektor Uniba Dr Isradi Zainal dan Rektor ITK, Prof Agus Rubiyanto.
Balpos juga memberikan penghargaan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi. Juga Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, yang terpilih menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Jakarta. Tak lupa Pemkot dan DPRD Balikpapan, termasuk Pemda PPU dan Paser serta Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.
Yang menarik Balpos memberikan penghargaan kepada Pak Junaidi sebagai pelanggan setia dan H Achmad Sumardi sebagai loyalitas agen terbaik.
Saya tak menduga Balpos juga memberikan penghargaan Lifetime Achievement Award kepada saya. Juga rekan saya Asran, yang belakangan banyak menulis sejarah Balikpapan. “Ini merupakan pengakuan kami atas capaian dan kontribusi nyata Pak Rizal atas dedikasi seumur hidup bagi dunia jurnalistik di Balikpapan,” kata Ajid.
Dunia jurnalistik saya geluti sejak saya jadi mahasiswa di tahun 80-an. Saya sempat tak begitu aktif menulis ketika menjadi Wali Kota Balikpapan. Begitu purna tugas, saya kembali menulis. Terkadang saya harus mengkritik Pemkot Balikpapan termasuk Pemprov Kaltim. Tak enak, tapi itulah tugas seorang wartawan.
Lucunya saya sempat “diserang” mantan anak buah saya di Kaltim Pos gara-gara saya mengkritik tokoh dukungannya. Dia bilang kalau dia yang menjadi pemred atau redaktur, tulisan saya tak bakal dimuat. Kalaupun dimuat hanya ditaruh di halaman belakang saja.
Sekarang saya bergabung dengan Serikat Wartawan 60+. Itu grup wartawan se Indonesia yang sudah berusia di atas 60 tahun. Terbanyak berada di Jakarta. Saya hadir waktu peresmiannya. Ada Panda Nababan, Bambang Hary Murti dan lainnya. Ketuanya, Wahyu Muryadi, mantan Pimred Majalah Tempo.
Penghargaan dari Balpos itu menjadi kado terindah buat ultah saya ke-68, yang saya rayakan 27 Agustus lalu. Tidak terasa sudah tak muda lagi. Tapi urusan menulis tak mengenal usia. Bos saya, Pak Dahlan Iskan masih produktif menulis, padahal usianya sudah 75 tahun. Mat ultah Balpos. Maju terus melampaui kabar.(*)








