DPRD Samarinda

 Menanti Hadirnya Beasiswa Daerah Berbasis APBD Samarinda

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Pendidikan adalah jembatan emas menuju masa depan, namun bagi sebagian mahasiswa di Kota Samarinda, biaya bangku kuliah masih menjadi tantangan yang nyata.
Melihat kondisi ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda kembali mengetuk pintu kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk segera menghadirkan program beasiswa daerah yang dibiayai langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah ini dinilai sebagai bukti sahih komitmen pemangku kebijakan dalam merawat potensi lokal.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Anhar, menegaskan bahwa bantuan pendidikan tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai pengeluaran daerah semata. Baginya, setiap rupiah yang dialokasikan untuk bangku kuliah adalah investasi jangka panjang untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul di masa depan.
Hingga saat ini lanjut Anhar, ibu kota Provinsi Kalimantan Timur ini ternyata belum memiliki skema beasiswa daerah mandiri yang khusus menyasar para mahasiswa berprestasi maupun warga yang terhimpit keterbatasan ekonomi.
DPRD Kota Samarinda kembali mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk segera menghadirkan program beasiswa daerah berbasis APBD sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
Desakan yang disuarakan oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Anhar  yang menekankan pentingnya akses pendidikan tinggi yang adil bagi mahasiswa berprestasi maupun warga kurang mampu melalui dokumen cetak biru (blueprint) terintegrasi yang pelaksanaannya kini sepenuhnya bergantung pada kebijakan fiskal pihak eksekutif.
“Idealnya beasiswa itu harus ada. Paling tidak untuk mahasiswa kita yang berasal dari Samarinda yang memiliki prestasi,” ungkap politikus PDI Perjuangan tersebut pada Selasa (14/7/2026).
Meski desakan dan usulan dari meja legislatif sudah berulang kali disuarakan, lampu hijau program ini sepenuhnya berada di tangan pemerintah kota sebagai pemegang kendali kebijakan fiskal daerah. Kemampuan keuangan daerah dan kalkulasi asumsi pendapatan dari tahun ke tahun menjadi penentu utama apakah impian beasiswa ini bisa mewujud nyata atau kembali tertunda.
Kini, harapan besar bertumpu pada kebijakan eksekutif untuk menyelaraskan anggaran dengan kebutuhan riil pemuda daerah. Jika program beasiswa berbasis APBD ini berhasil digolkan, ia tidak hanya akan memperluas akses pendidikan, tetapi juga menjadi angin segar bagi anak-anak Samarinda untuk terus bermimpi setinggi langit tanpa takut terganjal biaya.Adv

Bagikan

Related Posts