Samarinda, Solidaritas – Guyuran hujan deras di kawasan Teras Samarinda pada Senin (15/6/2026) siang memicu kepanikan singkat di jagat maya. Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah kapal tongkang berukuran besar diduga hilang kendali hingga menghantam jaringan pipa distribusi air milik Perumdam Tirta Kencana Samarinda sekitar pukul 13.30 WITA.
Meski benturan tersebut sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis air bersih, warga Kota Tepian kini bisa bernapas lega. Perumdam Tirta Kencana memastikan bahwa pasokan air ke rumah-rumah pelanggan hingga saat ini masih mengalir dengan aman dan normal.
Begitu video dugaan tabrakan tersebut viral, tim dari Divisi Humas Perumdam Tirta Kencana langsung bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak ke lokasi kejadian.
“Tadi tim dari Divisi Humas langsung cek lapangan atas laporan yang berada di media sosial,” ujar Staf Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Taufik, saat dikonfirmasi awak media pada Senin (15/6/2026).
Dari hasil pemeriksaan visual di lokasi bawah jembatan, tim menemukan dampak nyata dari benturan tersebut. Pipa raksasa berdiameter 700 milimeter itu bergeser dari posisi semula, disertai lepasnya beberapa komponen pengikat.
“Kami melihat ada beberapa klem yang terbuka, mungkin panjangnya sekitar 20 meter lebih, dan pipanya bergeser sekitar 10 sentimeter lebih,” urai Taufik menjelaskan kondisi infrastruktur pasca-insiden.
Kabar baiknya, kekuatan pipa baja tersebut berhasil menahan hantaman keras besi tongkang. Petugas tidak menemukan adanya retakan atau kebocoran yang membuat air terbuang sia-sia.
“Bersyukur, alhamdulillah pipa masih bisa mengalir ke pendistribusian ke warga Kota Samarinda. Tidak ada kebocoran, tetap mengalir,” kata Taufik dengan nada lega.
Kendati distribusi air saat ini tidak terganggu, Perumdam Tirta Kencana tidak mau gegabah. Mereka menyadari adanya risiko tersembunyi jika kerusakan ini dibiarkan tanpa penanganan medis berat pada pipa.
“Ada satu bagian pipa yang kondisinya lumayan berat sehingga dikhawatirkan ketika tekanan air tinggi bisa menimbulkan pecah pipa,” tambahnya. Oleh karena itu, langkah perbaikan darurat kini sedang digodok matang oleh tim distribusi dan perencanaan.
Mengenai total kerugian material, pihak Perumdam Tirta Kencana mengaku masih melakukan penghitungan teknis mendalam di lapangan. Langkah hukum dan koordinasi pun siap ditempuh jika seluruh data kerusakan telah rampung diinventarisasi.
“Kalau memang benar tertabrak, tentu kami akan melakukan perbaikan dan berkoordinasi dengan pihak yang bertanggung jawab,” tegas Taufik.
Teka-teki mengenai siapa pemilik kapal tongkang tersebut kini mulai menemui titik terang. Perumdam Tirta Kencana tengah bekerja sama dengan Satpolairud Polresta Samarinda untuk menyelidiki insiden ini. Dugaan awal di lapangan mengarah pada sebuah tongkang yang memuat tulisan nama “Bayan”.
Namun, kepastian hukum mengenai kepemilikan dan penyebab pasti hanyutnya tongkang saat hujan deras tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi dari kepolisian. Red







