Kota Samarinda

Andi Harun Tekankan Integritas: Birokrasi Harus Melayani, Bukan Dilayani

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan pengingat keras kepada para aparatur sipil negara mengenai pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Di dalam ruang kelas Kampus Pusjar SKPP LAN, Samarinda, suasana terasa berbeda. Tidak ada presentasi kaku yang membosankan. Hari itu, Rabu (5/5/2026), Wali Kota Samarinda Andi Harun berdiri di depan para peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II dengan satu misi: mengubah cara pikir.
Mantan anggota DPRD Kaltim ini tidak datang hanya sebagai pejabat, melainkan sebagai mentor yang membawa konsep segar bernama Kepemimpinan Kewirausahaan. Di hadapan para calon pemimpin angkatan X ini, ia melontarkan tantangan besar: bisakah seorang birokrat berpikir layaknya seorang pengusaha sukses?
“Birokrasi itu sejatinya melayani, bukan dilayani. Integritas adalah fondasi utama agar pelayanan publik di Samarinda, dan Indonesia pada umumnya, dapat berjalan lebih optimal,” kata Andi Harun.
Bagi Andi Harun, kewirausahaan dalam pemerintahan bukan berarti mengejar keuntungan materi, melainkan tentang ketangkasan. Ia menekankan bahwa pemimpin masa kini harus jeli melihat peluang di tengah tumpukan masalah dan berani menciptakan terobosan inovatif meski anggaran sering kali terbatas.
“Aparatur yang mengurus urusan publik harus memiliki visi dan profesionalisme. Kehadiran pemerintah itu harus benar-benar dirasakan manfaatnya, bukan sekadar ada secara administratif,” tegasnya.
Andi menggarisbawahi bahwa “organisasi yang efektif” lahir dari kemampuan pemimpin memobilisasi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Di era yang serba dinamis ini, bekerja sendiri-sendiri adalah cara lama yang harus ditinggalkan. Nilai-nilai kewirausahaan—seperti keberanian mengambil risiko yang terukur dan efisiensi sumber daya—harus menjadi napas baru dalam pelayanan publik.
Salah satu poin utama yang ditekankan Andi Harun adalah penyisipan nilai-nilai kewirausahaan ke dalam sistem birokrasi.
Ia berharap, dengan pola pikir kewirausahaan, para pemimpin instansi mampu menciptakan inovasi dan efisiensi meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Kegiatan tersebut ditutup dengan pesan mendalam bagi seluruh peserta PKN. Andi Harun berharap para peserta yang lulus tidak hanya sekadar membawa pulang sertifikat formalitas, tetapi juga membawa “api” kepemimpinan baru.
“Kita ingin memastikan bahwa di balik meja-meja kantor pemerintahan, ada jiwa-jiwa inovatif yang siap bekerja dengan standar kelas dunia demi kepentingan masyarakat,” pungkasnya.
Melalui penguatan kapasitas ini, diharapkan transformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah dapat terwujud secara nyata, beralih dari administrasi yang kaku menuju pelayanan publik yang responsif dan solutif. Rep

Bagikan

Related Posts