Kab. Kutai Kartanegara

Harapan Baru dari Muara Jawa: Padi Gogo “Pulen” Siap Jadi Penopang Pangan IKN

Bagikan

Kutai Kartanegara, Solidaritas- Di tengah hiruk-pikuk pembangunan fisik Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah harapan hijau tumbuh dari tanah Muara Jawa. Pada Kamis (9/4), hamparan lahan pertanian konservasi Kelompok Tani Mekar Jaya mendadak ramai. Bukan oleh mesin konstruksi, melainkan oleh deru syukur para petani yang melakukan panen perdana padi gogo.
Langkah ini bukan sekadar panen biasa, melainkan tonggak awal pengembangan pertanian inovatif yang akan menyokong kebutuhan pangan di ibu kota baru Indonesia.
Uji coba yang dilakukan di lahan seluas 20 hektare ini membuahkan hasil yang menggembirakan. Varietas IPB 9G yang ditanam di lahan seluas 5 hektare terbukti tangguh dengan menghasilkan 4,224 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Sisanya, 15 hektare lahan dihiasi oleh varietas lokal yang tak kalah mempesona.
Menariknya, padi gogo hasil budidaya ini disebut-sebut memiliki kualitas premium. Tekstur berasnya lebih pulen, rasa yang lebih gurih, dan aroma yang lebih menggugah selera dibandingkan varietas pada umumnya.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang hadir langsung di lokasi, tak bisa menyembunyikan apresiasinya. Sambil melihat bulir-bulir padi yang menguning, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas kawasan pertanian ini.
“Hasil ini luar biasa. Meski sekarang baru 20 hektare, potensinya sangat besar jika dikembangkan lebih luas lagi. Kami siap menjadikan ini sebagai kawasan pertanian inti untuk IKN,” ujar Basuki dengan optimistis.
Senada dengan itu, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyebut keberhasilan ini adalah buah manis kolaborasi selama empat bulan terakhir antara petani, OIKN, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).
Program ini tidak hanya bicara soal ketahanan pangan nasional, tetapi juga tentang mengangkat martabat dan kesejahteraan petani lokal di sekitar IKN. Dengan dukungan mitra strategis seperti Bank Indonesia, Pupuk Kaltim, hingga Pertamina Hulu Mahakam, ekosistem pangan berkelanjutan di IKN mulai menampakkan bentuknya.
Melalui padi gogo, Muara Jawa kini mengirimkan pesan kuat: bahwa IKN tidak hanya dibangun dengan semen dan baja, tapi juga dengan kemandirian pangan yang berakar dari keringat dan inovasi para petaninya. Red

Bagikan

Related Posts