News

Andi Harun Ngamuk! Sidak Malam Bongkar Sindikat Pencuri Kabel Berkedok Pekerja Proyek

Bagikan

Samarinda, Solidaritas – Malam hari di Kota Samarinda belakangan ini menyimpan sebuah teka-teki yang meresahkan. Di bawah temaram lampu kota, sekelompok pria dengan rompi pekerja sibuk menggali sisi-sisi jalan protokol.
Sepintas, aktivitas mereka tampak seperti proyek resmi pembenahan kota. Namun di balik samaran rapi itu, sebuah jaringan kriminal lintas pulau sedang menggerogoti urat nadi komunikasi Kota Tepian, mereka adalah sindikat pencuri kabel bawah tanah milik PT Telkom.
Aksi nekat komplotan yang menyamar sebagai pekerja proyek ini akhirnya memantik amarah dan respons keras dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Orang Nomor Satu di Kota Samarinda ini menaruh perhatian serius karena fasilitas publiknya dirusak secara masif, Politisi Partai Gerindra  ini memilih tidak tinggal diam di balik meja. Ia turun langsung membelah malam, melakukan inspeksi mendadak (sidak) demi menjawab keresahan warganya.
Hasil sidak tersebut sungguh mengejutkan. Bukan satu atau dua titik, melainkan ditemukan lebih dari 60 titik galian ilegal yang tersebar di sepanjang jalur protokol kota. Salah satu jejak kerusakan paling nyata terlihat di kawasan Jalan Cipto Mangunkusumo.
Melihat gerak cepat pihak berwajib dalam menghentikan kerusakan yang lebih parah, Andi Harun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Polresta Samarinda. Namun bagi sang Wali Kota, meringkus puluhan pekerja lapangan barulah babak pembuka. Penegakan hukum harus berjalan sampai tuntas tanpa ampun.
“Pengusutan perkara ini tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan. Pihak kepolisian harus terus mengejar dan membongkar seluruh pihak yang terlibat. Mulai dari otak utamanya, operator lapangan, hingga jaringan penadahnya,” tegas Andi Harun dengan nada bicara yang bergetar penuh penekanan.
Kemarahan pemerintah kota bukan tanpa alasan. Efek domino dari keserakahan sindikat ini menyisakan luka parah pada estetika dan keamanan kota. Lubang-lubang galian yang menganga hanya ditambal menggunakan aspal asal-asalan oleh para pelaku.
Kini, bekas galian tersebut memicu kerusakan pada badan jalan utama dan bertransformasi menjadi jebakan maut yang membahayakan para pengguna jalan.
Secara tegas, Pemkot Samarinda menuntut pertanggungjawaban penuh. Kerusakan infrastruktur jalan yang ditimbulkan oleh aktivitas ilegal tersebut wajib diganti rugi secara materiil oleh seluruh pihak atau korporasi kejahatan yang terlibat di dalamnya.
Di akhir pernyataannya, Andi Harun mengajak seluruh warga Samarinda, terutama para Ketua RT sebagai garda terdepan, untuk ikut menyalakan radar kewaspadaan. Ia membagikan sebuah rahasia kecil namun krusial yang menjadi pola operasi para pelaku di lapangan.
Warga diminta peka terhadap tiga ciri utama proyek siluman ini: aktivitas penggalian jalan yang sengaja dilakukan larut malam, ketiadaan papan pengumuman resmi proyek pemerintah atau BUMN, dan yang paling mencurigakan adalah munculnya tanda lingkaran cat putih di atas badan jalan. Lingkaran cat tersebut disinyalir kuat sebagai kode rahasia pemetaan titik target yang akan dieksekusi oleh komplotan pencuri.
“Jika warga atau Ketua RT melihat ada aktivitas dengan ciri-ciri mencurigakan tersebut, jangan ragu untuk segera melapor kepada pihak berwenang agar bisa langsung ditindak,” pungkas Andi Harun, menutup ruang gerak bagi siapa saja yang ingin merusak Kota Tepian. Red

Bagikan

Related Posts