Samarinda, Solidaritas – Walikota Samarinda Andi Harun secara terbuka menantang para sopir truk untuk menunjuk langsung oknum Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda yang diduga melakukan pungutan liar (pungli). Dugaan pungli tersebut dilaporkan terjadi dalam pengurusan uji KIR dan fuel card untuk mendapatkan BBM subsidi.
Aksi tegas orang nomor satu di Samarinda ini terjadi saat ia menghadapi ratusan sopir truk yang menggelar demonstrasi di depan Kantor Walikota Samarinda pada Senin (24/8/2026). Menanggapi tuntutan massa soal pemberantasan pungli, Andi Harun meminta bukti nyata agar masalah tersebut tidak sekadar menjadi rumor.
“Ayo tadi siapa yang ngomong? Iya siapa? Jangan cuma ngomong, kalau kalian ngomong saja itu fitnah,” tegas Andi Harun di hadapan para demonstran.
Sebelumnya, ratusan sopir truk memblokade Jalan Kusuma Bangsa yang menjadi akses utama masuk ke Kantor Walikota Samarinda.
Selain menutup jalan, para pengemudi juga memarkirkan kendaraan mereka di tepi jalan hingga menyebabkan penyempitan jalur dan memicu kemacetan parah sepanjang 5 kilometer.
Dalam orasinya, massa membentangkan spanduk berisi protes terhadap dugaan pungli di lingkungan Dishub Samarinda.
Koordinator aksi, Hendra Buton, menjelaskan bahwa aksi ini dipicu oleh keluhan para sopir yang merasa terbebani oleh berbagai pungutan tidak resmi di lapangan.
“Ada teman di lapangan mendapatkan itu pada malam hari. Dimintai uang sebesar 50 ribu rupiah, bahasanya buat beli rokok. Dan itu diminta, dipaksa. Kalau tidak mau, tidak bisa lewat. Itu dari teman-teman Dishub,” ungkap Hendra.
Di sisi lain, Andi Harun menegaskan komitmennya untuk menindak tegas seluruh jajaran kedinasan yang terbukti terlibat pungli. Hal ini juga berlaku bagi praktik jual beli nomor antrean BBM subsidi di SPBU yang selama ini meresahkan.
Sebagai solusi konkret, Pemkot Samarinda menawarkan pelonggaran regulasi untuk membantu kelancaran kerja para pengemudi truk. “Sesuai yang sudah lulus uji KIR, kita buka blokir Brizinya. Kita berikan keringanan agar mobil bisa jalan,” tutur Andi Harun.
Sayangnya, pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit di bawah terik matahari tersebut belum membuahkan kesepakatan penuh. Hingga pukul 15.00 WITA, para pengemudi truk dilaporkan masih bertahan dan memblokir Jalan Kusuma Bangsa. Red







